Legenda Batu Pandang dan Pesona Alam Telaga Warna Dieng

Legenda batu pandang dan pesona alam telaga warna dieng merupakan salah satu daya tarik wisata alam di kawasan wisata Dieng Plateau Wonosobo Jawa Tengah Indonesia. Tidak dapat di pungkuri lagi bahwa pesona alam kawasan dieng sangat indah dan juga mempesona karena dieng sendiri merupakan negeri diatas kayangan yang merupakan dataran tinggi yang tertinggi kedua setelah dataran tinggi Tibet atau Nepal.

Dieng juga merupakan wilayah vulkanik aktif  dan juga merupakan gunung api raksasa dengan beberapa kepunden kawah dengan rata-rata ketinggian mencapai 2000 M diatas permukaan laut. Suhu udara didataran tinggi dieng pada musim kemarau boleh dikatakan extrim karena bisa mencapai 0 derajat celcius pada pagi hari yang dapat merubah embun pagi menjadi butiran es.

gambar batu pandang dieng

Arti nama Dieng sendiri berasal dari bahasa kawi yang terdiri dari dua suku kata yaitu "Di" yang mempunyai arti sebuah tempat atau gunung dan "Hyang" yang berarti Dewa, jadi bisa diartikan bahwa Dieng adalah pegunungan tempat para Dewa dan Dewi bersemayam.

Tentang legenda batu pandang atau batu ratapan angin menyebutkan bahwa Konon pada jaman dahulu kala hiduplah seorang Pangeran tampan dan Puteri yang sangan cantik jelita dan mereka berdua menjadi pasangan yang mempunyai kehidupan damai , rukun dan juga penuh cinta,sehingga kisah kehidupan percintaanya dijadikan teladan oleh Rakyatnya dan juga selalu menjadi trending topik.

Singkat cerita sampai pada suatu ketika kehidupan pasangan bahagia ini mendapat cobaan yang begitu berat yaitu adanya campur tangan atau kehadiran orang ketiga dalam hubungan Mereka, hingga pada ahirnya Sang Puteri yang cantik jelita itu gelap mata dan terjerat dalam hubungan kisah asmara yang terlarang.

Sang puteri mulai berkhianat dengan berbagaimacam kebohongan demi menutupi hubungan perselingkuhanya.Sampai suatu ketika Sang Pangeran mulai mengetahui perselingkuhan Istrinya dan menyaksikan sendiri ketika Sang Putri yang ia cintai memadu kasih dengan Pria lain dilokasi yang sekarang dikenal dengan sebutan batu ratapan angin atau batu pandang tersebut.Konon diceritakan pada kejadian tersebut Sang Putri mohon ampun meminta maaf berkali-kali kepada Sang Pangeran sambil menangis merintih-rintih agar perbuatan khilafnya dimaafkan.

Namun justru sebaliknya kekasih gelap Sang Putri dengan tindakan keji mencoba melawan dan ingin membunuh Sang Pangeran hingga ahirnya Sang Pangeranpun murka dengan mengeluarkan seluruh kesaktianya di melawan musuhnya itu. Sang Pangeran yang memang terkenal denga kesaktianya hingga bisa membuat guncang tempat tersebut dengan badai angin beliung yang membuat perbukitan tersebut menjadi porak poranda.

Singkat cerita kedua pasangan selingkuh tersebutpun dikutuk /dirubah menjadi dua pasang batu yang sekarang terlihat seperti posisi duduk dan posisi berdiri pada lokasi yang saat ini dikenal dengan nama batu ratapan angin ataupun batu pandang.

Setelah kejadian itu konon diceritakan Sang Pangeran sering mengunjungi lokas yang sekarang bernama batu ratapan angin atau batu pandang untuk melihat dua buah batu tersebut.Berdasarkan legenda batu ratapan angin atau batu pandang tersebut menyebutkan bahwa suara tiupan angin yang terdengar seperti suara rintihan itu adalah perwujudan dari Sang Puteri yang terus menyesali perbuatan khilafnya karena telah mengkhianati kesetian Cinta dari Sang Pangeran.

gambar batu pandang dieng jawa tengah

Terlepas dari benar tidaknya tentang cerita legenda batu pandang yang memang sudah menjadi legenda  dikalangan masyarakat sekitar,tapi satu yang yang pasti kita bisa mengambil pelajaran dari kisah legenda batu pandang atau batu ratapan angin tersebut bahwasanya penyesalan itu pasti datangnya terlambat,semua orang punya khilaf tetapi jika Kita setia terhadap pasangan Kita masing-masing sebaiknya menghindari hal-hal yang bisa membuat terjadinya konflik dalam percintaan. Perlu Anda ketahui bahwa Kisah legenda batu pandang ini berbanding terbalik dengan kisah Legenda batu cinta situ patenggang .

Sekilas tentang pesona alam batu pandang. Batu pandang ini berada pada posisi dataran tinggi karena tempat tinggi tersebut sehingga menyebabkan tiupan angin yang begitu kencang yang menyebabkan gesekan-gesekan pada bebatuan,tebing ataupun dedaunan sehingga menimbulkan suara yang samar terdengar seperti rintihan orang menangis.

Dari lokasi batu pandang Kita bisa menikmati pesona dua telaga warna dieng yang sangat cantik, mempesona dan akan membuat takjub bagi mata yang memandangnya.Demikian artikel tentang legenda batu pandang dan pesona alam telaga warna dieng yang merupakan salah satu dari sekian banyak pesona indonesia.

Terimakasih telah membaca artikel | Legenda Batu Pandang dan Pesona Alam Telaga Warna Dieng | Silahkan boleh di Share.

Related Articles :