Sejarah industri pesawat terbang Indonesia

Sejarah industri pesawat terbang Indonesia. Bung Karno dalam pidato di Hari Penerbangan Nasional 9 April 1962 mengatakan

 "…, tanah air kita adalah tanah air kepulauan, tanah air yang terdiri dari beribu-ribu pulau yang dipisahkan satu dari yang lain oleh samudra-samudra dan lautan-lautan. … tanah air kita ini adalah ditakdirkan oleh Allah SWT terletak antara dua benua dan dua samudra. Maka bangsa yang hidup di atas tanah air yang demikian itu hanyalah bisa menjadi satu bangsa yang kuat jikalau ia jaya bukan saja di lapangan komunikasi darat, tetapi juga di lapangan komunikasi laut dan di dalam abad 20 ini dan seterusnya di lapangan komunikasi udara."

Sejak legenda pewayangan berkembang dalam bagian hidup kebudayaan dan masyarakat Indonesia dengan munculnya tokoh figur Gatotkaca dalam kisah Bratayuda yang dikarang Mpu Sedah serta figur Hanoman dalam kisah Ramayana adalah personifikasi pemikiran manusia Indonesia untuk bisa terbang. Tampaknya keinginan ini terus terpupuk dalam jiwa dan batin manusia Indonesia sesuai dengan perkembangan jamannya.

gambar Sejarah industri pesawat terbang Indonesia

Sejarah industri pesawat terbang Indonesia

Pada Tahun 1946 
  • Di Magetan, Jatim dirakit pesawat terbang pertama dengan bahan-bahan dari Indonesia oleh putra-putri Indonesia yang diberi bana NWG-1 sesuai dengan inisial pembuatnya yaitu Nurtanio Pringgoadisuryo dan Wiweko Supono. 
  • NWG-1 berjenis pesawat layang jenis zogling tanpa mesin yang biasa dipakai untuk olah raga terbang layang. 
  • Setelah berhasil pembuatan NWG-1, kemudian Nurtanio mencoba merakit pesawat bermesin dengan mesin sepeda motor jenis Harley Davidson buatan tahun 1928. Kerangka pesawat tersebut terbuat dari kayu dengan pipa baja yang dilapisi kain blacu. Pesawat tersebut mampu terbang dan diberi nama WEL (Wiweko Experimenttal Lightplane). 
Tahun 17 April 1958 
  • Si Kumbang mampu terbang melintasi Pulau Jawa. Setelah Si Kumbang kemudian muncul Belalang yang digunakan untuk melatih calon penerbang AURI. Kemudian menyusul Kunang 25, Kepik, Mayang, dan muncul prototipe helikopter. 
  • Pemerintahan menjalin kerjasama dengan pabrik pesawat Cekop dari Polandia untuk mengembangkan proyek industri pesawat nasional yang dinamai Wilga oleh Presiden Soekarno. 
Tahun 1953 
Bersama dengan lima belas orang staf, Nurtanio berhasil membangun pesawat serba logam pertama yang berkursi tunggal. Pesawat tersebut diberi nama Kumbang.

Tanggal 26 Januari 1949 
Perusahaan penerbangan nasional pertama Garuda Indonesia melayani penerbangan perdana pada 26 Januari 1949 menggunakan pesawat DC3 yang dibeli rakyat Aceh dan diberi nama Seulawah.

Pada tanggal 28 April 1976 
Sebagai upaya mengembangkan teknologi dan industri penerbangan, didirikan industri pesawat terbang Nurtanio yang diprakarsai B.J. Habibie. Dalam perkembangannya, perusahaan ini kemudian berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN).

Kemudian diakhir 1980-an 
Awalnya seorang pria kelahiran Pare-Pare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936, Bacharudin Jusuf Habibie. Ia menimba pendidikan di Perguruan Tinggi Teknik Aachen, jurusan Konstruksi Pesawat Terbang, kemudian bekerja di sebuah industri pesawat terbang di Jerman sejak 1965. Menjelang mencapai gelar doktor, tahun 1964, ia berkehendak kembali ke tanah air untuk berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. Tetapi pimpinan KOPELAPIP menyarankan Habibie untuk menggali pengalaman lebih banyak, karena belum ada wadah industri pesawat terbang. Tahun 1966 ketika Menteri Luar Negeri, Adam Malik berkunjung ke Jerman beliau meminta Habibie, menemuinya dan ikut memikirkan usaha-usaha pembangunan di Indonesia.

gambar bj habibie indonesia

Menyadari bahwa usaha pendirian industri tersebut tidak bisa dilakukan sendiri., maka dengan tekad bulat mulai merintis penyiapan tenaga terampil untuk suatu saat bekerja pada pembangunan industri pesawat terbang di Indonesia yang masih dalam angan-angan. Habibie segera berinisiatif membentuk sebuah tim.

Dari upaya tersebut berhasil dibentuk sebuah tim sukarela yang kemudian berangkat ke Jerman untuk bekerja dan menggali ilmu pengetahuan dan teknologi di industri pesawat terbang Jerman tempat Habibie bekerja. Awal tahun 1970 tim ini mulai bekerja di HFB/MBB untuk melaksanakan awal rencana tersebut. IPTN mulai melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan pembuat pesawat terbang asing untuk membuat beberapa komponen pesawat terbang.

Di Tahun 1995 
IPTN memproduksi pesawat N-250 dan telah berhasil diterbangkan.

Tanggal 24 Agustus 2000 
IPTN direstrukturisasi dan kemudian berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

Pesawat produk PT DI PT Dirgantara Indonesia (Persero) hingga 2012 telah memproduksi tak kurang dari 309 unit pesawat terbang. 

Artikel terkait KRI Tarakan-905 Kapal Perang Pertama Buatan Anak Negeri

NBO105 NBO105 adalah helikopter yang diproduksi sejak tahun 1976, kala itu PT DI masih bernama PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio. Helikopter ini berlisensi MBB Jerman.
  • NBELL412 NBELL412 adalah helikopter yang diproduksi sejak 1984, ketika PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio berubah nama menjadi PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (PT IPTN). Helikopter jenis ini diproduksi dengan menggunakan lisensi dari Bell Textron USA. 
  • NSA330 Hingga 2012, PT DI memproduksi sekitar 11 unit NSA330 yang digunakan oleh TNI AU Republik Indonesia. Helikopter puma ini diproduksi sejak 1982, zaman PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio, dengan lisensi dari Aerospatiale Perancis (sekarang Eurocopter). 
  • NAS332 NAS332 juga diproduksi sejak 1982. Hingga 2012, helikopter super puma ini telah diproduksi sebanyak 20 unit, dengan lisensi Eurocopter. 
  • NC212 Hingga 2012 tercatat sebanyak 104 unit NC212 yang telah diproduksi PT DI. NC212 merupakan pesawat multiguna yang mampu membawa 20 penumpang atau muatan 2.000 kg. 
  • CN235 CN235 menjadi salah satu produk unggulan PT DI. Hingga 2012 tercatat sebanyak 62 unit pesawat jenis ini yang telah diproduksi, dari kontrak sebanyak 262 unit. 
  • CN295 CN295 merupakan pesawat hasil pengembangan CN235 oleh Airbus Military (atau CASA). Badan pesawat lebih panjang 3 meter dibanding CN235, sehingga dapat membawa 40 sampai 50 penumpang. 
Rencana Pengembangan 
Tahun 2011-2014
  • Pesawat N219 
  • Pesawat Jarak dekat 
  • Pesawat Landing gear tetap
Tahun 2015-2016
  • Pesawat N245 
  • Pesawat Modifikasi dari CN235 
  • Pesawat Jarak menengah
Pada Tahun 2017-2022
  • Pesawat N270 
  • Pesawat Subsonic tinggi 
  • Pesawat Jarak jauh 
Ide pembuatan pesawat N219
  • Rencana pembuatan pesawat N219 sudah ada sejak tahun 2005-2006 dengan didahului survey PT DI ke Papua. Dari survey diketahui landasan di Papua sangat pendek sekitar 500 meter dan belum beraspal. 
  • Dari sisi penumpang, karakteristik pesawat perintis di Papua cukup unik dimana tipe penumpang dibagi tiga, yakni orang, barang, dan ternak. 
  • Dari hasil survey, PT DI memutuskan memenuhi kebutuhan transportasi udara di Indonesia timur. Yang dibutuhkan adalah pesawat kecil sehingga dibuatlah desain N219. 
  • Namun saat ide ini tercetus, kondisi PT DI sedang tidak bagus akibat dampak krisis 1998. 
  • Tahun 2014, pemerintah mendukung dan menyatakan pembuatan N219 sebagai program nasional di bawah Lapan dan PT DI 
  • Ahirnya di tahun 2016 Setelah sembilan tahun penantian, untuk ketiga kalinya PT DI akan melakukan peluncuran pesawat produksinya yakni N219 pesawat kebanggan indonesia. 
Mengenal N219 pesawat kebanggan indonesia

gambar pesawat N219 indonesia
N219 Jenis pesawat komersial
  • Wide body craft
  • Narrow body craft
  • N-219 adalah pesawat multi fungsi bermesin dua yang dirancang oleh Dirgantara Indonesia (D.I.) dengan tujuan untuk dioperasikan di daerah-daerah terpencil. 
  • Pesawat yang dibuat dengan memenuhi persyaratan FAR 23 ini dirancang memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan juga pintu fleksibel. 
  • Pesawat ini terbuat dari logam dan dirancang untuk mengangkut penumpang maupun kargo. 
  • Pembuatan pesawat N-219 itu merupakan kerjasama antara PT DI dengan LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional ) 
  • Saat ini proses pembuatan prototipe pesawat N-219 telah memasuki tahap perakitan akhir 
  • Rencananya pesawat akan terbang pertama pada Desember 2015. 
  • N-219 ini merupakan pengembangan dari NC-212 yang sudah diproduksi oleh PT DI di bawah lisensi CASA. 
  • Keseluruhan produksi hingga pesawat mencapai tahap finaly assembly dilakukan di PT DI dan dirancang sepenuhnya oleh putra bangsa Indonesia. 
  • LAPAN menghabiskan anggaran sekitar Rp 400 miliar untuk pengembangan pesawat N219 
Fitur utama pesawat N219
  • Fungsi: angkut penumpang dan kargo (Multi fungsi, dapat dikonfigurasi ulang) 
  • Kapasitas: 19 Penumpang (konfigurasi tiga sejajar) 
  • Kinerja lepas landas dan mendarat: jarak pendek/STOL (600 m)] 
  • Biaya operasional: rendah 
  • Mesin: 2 x 850 shp 
Kinerja pesawat N219
  • Kecepatan jelajah maksimum: 395 km / jam (213 KTS) 
  • Kecepatan jelajah ekonomis: 352 km / jam (190 KTS) 
  • Rata rata feri Maksimum: 1580 Nm 
  • Jarak lepas landas (halangan 35 kaki): 465 m, ISA, SL 
  • Jarak mendarat (halangan 50 kaki): 510 m, ISA, SL 
  • Kecepatan jatuh (stall): 73 KTS 
  • Berat lepas landas maksimum (MTOW): 7270 kg (16,000 lbs) 
  • Muatan Maksimum: 2500 kg (5511 lb) 
  • Tingkat panjat: 2300 kaki / menit (semua mesin operasi) 
  • Jarak: 600 Nm 
Keunggulan pesawat N219 buatan indonesia
  • Ukurannya sedikit lebih besar dibandingkan pesawat Twin Otter tetapi bisa membawa barang 500 kilogram lebih banyak. 
  • Harga satu pesawat sekitar USD 4,5 juta, jauh lebih murah dibandingkan pesawat sekelasnya yaitu twin otter yang harganya USD 6-7 juta 
  • Bisa lepas landas pada landas pacu sepanjang 500 meter. Sekedar catatan, pesawat komuter butuh landasan 1.000 meter. 
  • Untuk landing, hanya butuh landas pacu sepanjang 800 meter 
  • Mampu mendarat di ketinggian hingga 3.000 meter di atas permukaan laut 
  • tidak hanya mampu mengangkut penumpang, dengan rongga bagasi tergolong luas, pesawat bisa mengangkut kargo hingga dua ton
  • Dilengkapi dengan peralatan navigasi digital canggih agar dapat menunjang di medan yang ekstrem. 
  • Sistem navigasi canggih yang ditanamkan di pesawat mampu memberikan informasi cuaca 
Demikian semoga info tentang Sejarah industri pesawat terbang Indonesia bermanfaat. Sumber artikel smkpenerbanganhasanuddin.sch.id dan dari berbagai sumberlainya. Silahkan boleh dishare dan sebarkan.


Terimakasih telah membaca artikel | Sejarah industri pesawat terbang Indonesia | Silahkan boleh di Share.

Related Articles :