JUDUL SOE HOK-GIE..SEKALI LAGI

Judul: Soe Hok-Gie ...sekali lagi : buku, pesta dan cinta di alam bangsanya .Subjek:Su, Hok Gie, 1942-1969 ; Political activitists --Indonesia--Biography

GAMBAR JUDUL SOE HOK-GIE..SEKALI LAGI
Empat puluh Tujuh tahun silam, tepatnya tanggal 16 Desember 1969, Kita bangsa Indonesia telah kehilangan seorang aktivis mahasiswa yang idealis, cerdas dan juga berani mengambil sikap , baik dalam pemikiranya maupun dalam pergerakanya. Sosok So Hok-gie yang akarab dipanggil Gie menghembuskan nafas terahir di atas puncak Mahameru Gunung Semeru 3676 MDPL .

Meskipun sudah 47 tahun lamanya berselang, namun nama dan kiprah Gie masih akan terus dikenang hingga kini. Kala itu  Beberapa tahun setelah kematiannya, namanya sempat akan terlupakan hingga pada akhirnya LP3ES yang saat itu masih merupakan LSM kecil menerbitkan buku berjudul catatan harian Gie yang berjudul “Catatan Seorang Demonstran” pada tahun 1983.

Dengan terbitnya buku “Catatan Seorang Demonstran” tersebut maka perlahan kembali mengingatkan orang pada tsosok pemuda idealis bernama Gie. Tak hanya sekedar itu, bahkan buku tersebut disebut menginspirasi dan juga mengangkat moril gerakan mahasiswa indonesia pada tahun 80-an yang sedang terpuruk.

Soe Hok Gie tak hanya memberi inspirasi anak muda indonesia , ketika ia masih hidup, dua puluh tahun setelah kematiannyapun Gie masih mampu memberi inpirasi baru pada gerakan mahasiswa pada saat itu. Hingga Setelah itu seiring dengan berjalannya waktu, nama Soe Hok Gie kembali terlupakan dan hingga akhirnya di tahun 90an tulisan-tulisan Gie yang pernah dipublikasikan di harian-harian nasional dibukukan kembali oleh penerbit Bentang Budaya dengan judul “Zaman Peralihan” (1995), kemudian disusul dengan skripsi S1 nya yang berjudul “Orang-orang di persimpangan kiri Jalan” (1997).

Pada tahun 2001 munculah terjemahan biografi politik SHG yang berjudul " SOE HOK-GIE" : Pergulatan Intelektual Muda Melawan Tirani karya sejarahwan Australia, John Maxwell. Setelah beberapa buku tentang Soe Hok Gie diterbitkan, di tahun 2005 sutradara kondang Riri Reza pun membuat film berjudul Gie yang diambil dari kisah catatan hariannya.

Memperingati 40 tahun kematian SOE HOK GIE di bulan Desember 2009 yang lalu, kawan2 dekat so Hok-Gie menerbitkan buku tentang Gie yang berisi kumpulan tulisan - tulisan dari teman, sahabat, hingga tokoh-tokoh terkenalindonesia. Dan sekali lagi terbitlah buku ber judul “Soe Hok-Gie Sekali Lagi”. Buku tersebut seolah ingin menegaskan bahwa inilah buku kesekian kalinya mengenai Soe Hok-Gie yang pernah diterbitkan dan tak akan pernah bosan kisahnya untuk diulas dan ditulis kembali.

Buku ini tak kalah menariknya dengan karya – karya sebelumnya yang pernah terbit . Buku ber judul “Soe Hok-Gie Sekali Lagi” memiliki keunikan tersendiri. Jika buku - buku sebelumnya pembaca mengenal sosok Gie dari catatan - catatan harian, tulisan-tulisannya, dan juga pandangan John Maxwell, maka di buku ini pembaca bisa melihat sosok Gie dari pandangan sahabat-sahabat terdekatnya dan juga dari orang-orang yang mengaku terpengaruh dan terinspirasi spirit dan semangat perjuangan Gie baik semasa hidupnya ataupun setelah membaca tulisan-tulisan buku Soe Hok Gie.

JUDUL SOE HOK-GIE SEKALI LAGI

GAMBAR BUKU JUDUL SOE HOK-GIE SEKALI LAGI
SOE HOK GIE SEKALI LAGI
Buku Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya
Editor : Rudi Badil, Luki Sutrisno Bekti, Nessy Luntungan
Penerbit : KPG bekerjasama dengan ILUNI UI & Kompas
Cetakan : Desember 2009
Tebal : 512 hlm

Sebelum Anda membaca detail isi bukunya, ada baiknya baca dulu review buku berjudul Soe Hok-Gie Sekali Lagi tersebut.

Buku ber judul “Soe Hok-Gie Sekali Lagi” di bagian pertama berisi satu tulisan panjang Rudy Badil, salah satu rombongan Gie ke puncak Semeru yang secara rinci menceritakan perjalanan pendakianya bersama Gie mulai berangkat dari Stasiun Gambir, Jakarta hingga proses evakuasi jenazah Gie dan Idham dari puncak Mahameru gunung semeru ke Gubuk Klakah, sebuah desa di kaki gunung Semeru.

Bagian ini merupakan bagian yang paling menarik karena selama ini belum pernah terungkap secara mendetail bagaimana saat-saat terakhir hidup Gie di gunung semeru, tentang bagaimana keadaan dan kondisi jenasah Gie dan Idham setelah berhari-hari terlantar di puncak Mahameru, dan bagaimana kondisi fisik dan mental teman-teman seperjalanannya dalam mencari bantuan dan mengevakuasi jenasah Gie dan juga Idham.

Di bagian kedua buku ini , mengisahkan bagaimana reaksi masyarakat dan pers dari dalam dan juga luar negeri yang begitu responsif dan antusias untuk meliput tatkala mendengar kematian Soe Hok Gie hingga Prof. Soemitro Djojohadikusumo yang saat itu telah menjadi menteri menyempatkan diri untuk melayat jenasah Gie dan memberikan kata sambutannya di FS-UI. Selain itu bagian ini juga menyajikan berbagai hal menarik seperti bagaimana puluhan tahun setelah kematian Gie namanya disangkut pautkan dengan peta harta karun peninggalan Jepang yang konon saat itu sedang diterjemahkan oleh Gie dan secara tidak sengaja ditemukan oleh oleh tim SAR saat sedang mengavakuasi jenazah Gie.

Selain itu di bagian ini terungkap pula hal-hal yang menyangkut gunung Semeru seperti temuan Arca Kembar yang selama ini dianggap hilang, lalu ada juga tulisan tentang serba serbi Semeru yang tentunya bermanfaat bagi para pendaki gunung.

Bagian ketiga buku ini yang berisi tulisan-tulisan dari teman-teman Gie di FS-UI tak kalah menariknya. Di bagian ini kita akan melihat sosok manusiawi Gie secara apa adanya. Sisi lain Gie dalam kesehariannya sebagai seorang mahasiswa terungkap di tulisan Kartini Sjahrir dan Luki Sutirsno Bekti yang secara jujur menceritakan pengalamannya berteman dekat dengan Gie.

Menurut pengakuan Kartini, seperti anak muda pada umumnya dalam pergaulannya tak jarang Gie mengeluarkan celetukannya yang suka ‘menyerempet-nyerempet bawah puser. Dalam tulisannya ini Kartini juga secara terbuka menceritakan perasaan hatinya dan kedekatannya dengan Gie sebelum akhirnya menikah dengan Syahrir. Bahkan di setiap surat terbukanya, Kartini selalu memulainya dengan “Hok Gie-ku yang manis...”

Luki Sutirsno-Bekti sebagai salah satu teman wanita Gie yang juga pernah dekat dengannya mengungkapkan Gie sebagai sosok yang moralis dan humanis, selain itu Gie juga merupakan teman curhat yang baik bagi teman-teman pria maupun wanitanya. Ia juga dikenal suka membantu teman-temannya dalam mengerjakan tugas-tugas kuliah. Luki juga mengulas hubungan kakak beradik Hok-gie dan Arief Budiman yang unik.

Selain itu di bab ketiga buku ini ada juga tulisan teman-teman lainnya yang melihat Gie dari berbagai sudut pandang , semuanya menggambarkan bagaimana hangatnya, lekatnya, dan akrabnya pertemanan mereka dengan Hok Gie secara jujur dan apa adanya.

Di Bagian ke empat, buku ini menyuguhkan berbagai tulisan dari para penulis yang tidak mengenal Hok-Gie secara fisik namun mereka mengenalnya lewat pemikiran-pemikiran Gie melalui tulisan-tulisannya seperti Riri Reza, Nicholas Saputra, Hilmad Farid, N. Riantiarno, Stanley Adi Prasetyo, Mona Lohanda, Ben Anderson, dll.

Di bagian ini juga Arif Santoso, aktivis mahasiswa 80-an mengetengahkan catatan mengenai gerakan aktivis 1980-an yang tersulut oleh terbitnya Catatan Harian Seorang Demonstran di tahun 1978. Arif juga menceritakan secara kronologis gerakan 1980-an sehingga pembaca akan mengetahui bagaimana para aktivis 1980an berjuang melawan rezim orde baru yang saat itu begitu intens meredam setiap gerakan mahasiswa.

Stanley Adi Prasetro dalam tulisan panjangnya di buku ini mencoba membaca pikiran HAM Soe Hok-gie. Dari tulisannya ini Stanley mengatakan bahwa Gie merupakan pejuang sejati HAM yang berpikir melebihi zamannya. Di tulisan ini akan terungkap walaupun Gie begitu membenci komunisme, namun ketika pemerintah membabat habis orang-orang PKI secara membabi buta, Gie mengutuk keras peristiwa ini.

Lalu ada juga tulisan Lona Mohanda, sejarahwan, yang mencoba menguliti skripsi Hok-gie yang pada akhirnya mengaminkan apa yang dikatakan oleh almarhum Prof Harsya W. Bachtiar yang berpendapat bahwa soe Hok-gie itu seorang kolumnis yang baik, tapi tidak sebagai sejarahwan.

Di bagian kelima yang merupakan bagian terakhir dari buku ini diketengahkan tujuh belas tulisan Gie yang tersebar di berbagai media baik tulisan mengenai pendakian gunung, hingga persoalan-persoalan politik yang terjadi pada masa itu.

Menarik memang membaca keselurahan tulisan-tulisan yang terdapat dalam buku ini. Buku yang ditulis oleh 30 orang ini memberikan gambaran yang wutuh akan sosok Gie yang sebelumnya hanya kita kenal lewat catatan hariannya atau tulisan-tulisannya saja.

Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari berbagai orang maka masing-masing memiliki keunikan sendiri, semuanya menarik, hanya saja di bagian ke empat dimana semuanya ditulis oleh orang-orang yang hanya mengenal Gie melalui tulisan-tulisannya maka terdapat beberapa kesamaan pandangan sehingga agak membosankan.

Selain berbagai tulisan tentang Gie, yang tak kalah menariknya adalah dimuatnya puluhan foto2 yang selama ini jarang atau mungkin belum pernah terpublikasikan. Kemasan buku ini juga tak kalah menariknya, walau bukunya besar dan gemuk namun sangat nyaman digenggam saat dibaca. Pilihan font yang besar dan lay out antara teks dan foto yang dinamis membuat buku ini sangat ramah mata dan membuat betah membacanya berlama-lama.

Dan yang pasti munculnya kembali buku “Soe Hok-Gie Sekali Lagi” ini setidaknya mengangkat kembali sosok pribadi yang berintegritas dan memiliki komitmen yang teguh terhadap perjuangannya, hal yang langka ditemukan di INDONESIA masa kini.

Video Mengenang 40 tahun Soe Hok-Gie (Kick Andy)


Di tengah bangsa Indonesia kita yang tengah mengalami krisis kemanusiaan, keadilan, dan kepemimpinan, sosok Soe Hok Gie ini sangat tepat untuk diangkat kembali sehiingga generasi muda masa kini dapat belajar dari pribadi dan pemikiran Gie yang masih sangat relevan hingga kini.

Mungkinkah buku Soe Hok-Gie sekali lagi ini bisa memberi inspirasi dan motivasi bagi para pejuang demokrasi dan penegak keadilan bangsa ini. Semoga saja, jayalah Indonesia , Cayo Indonesia.

Source @htanzil 

COMMENTS

Nama

#UbahJakarta AdSense Ajang Miss Internet Indonesia Alfian Pamungkas Sakawiguna Arti Logo pariwisata Indonesia Asian Games 2018 Jakarta Palembang Balai Pustaka Bandara Silangit Banten Belajar Tutorial Photoshop Pemula Blackberry Aurora Merah Putih Booking Online Gunung Buku Satra Indonesia BUMDes Bunaken Manado sulawesi Indonesia Bung Karno Bunga Bangkai cara Membudidayakan Gaharu Pohon termahal Catfiz Messenger aplikasi buatan Anak Negeri Cerita dari timur Cerita Legenda Indonesia Cerita Mistis Gunung Cerita Rakyat Indonesia Contoh dan Cara membuat Foto Siluet Daftar Hari - hari Besar Penting Indonesia Daftar Nama Orang Terkaya di Indonesia Daftar negara bebas visa Danau Ranu Kumbolo danau toba DCF Desa Sawai dengan sungai keramiknya Desa Sedondong Pekalongan Dieng Culture Festival Eko Wisata Petungkriono Erupsi Gunung Sinabung event di wisata Candi Borobudur di tahun 2017 Extrim Film Film Negeri Dongeng Film Pendakian foto Kemegahan Kapal KRI Bimasuci Indonesia Foto Keren Fungsi Tool pada Photoshop Gaji DPR Garuda Indonesia Travel Fair berburu Tiket Murah Gerhana Matahari Total Gunung Kerinci Gunung Latimojong Gunung Nona Sulsel Gunung Rogojembangan Pekalongan Gunung Semeru Gunung Slamet 3.676 mdpl hari nusantara Heboh Tanaman Bunga Bangkai diPekalongan Hotel Hotel dekat Ancol Hotel murah di pekalongan idr to usd Indonesia Indonesia Tourism Indonesiaku Info Gunung Info Kontak Gunung Inspirasi 60 Tahun Astra Inspirasi Indonesia IRONMAN Triathlon World Championship Jadwal Kualifikasi Piala Asia U-23 Timnas Indonesia Live RCTI Jadwal Live Timnas Indonesia Jadwal Timnas U-19 AFF 2017 jalur pendakian jalur pendakian gunung prau jalur pendakian gunung slamet 3.676 mdpl Jalur Pendakian Gunung Sumbing Jateng Gayeng Jembatan Surobayan Jual Karya Seni Kampung Berkelir Tangerang Kata - kata Bijak Mutiara kata kunci kata motivasi pecinta alam Kebun Strawberry Kerajinan Koran Bekas Keris Indonesia Warisan Budaya Dunia Kesehatan kesenian Wayang Kisah Inspiratif pendakian Max dan Mom Kisah Legenda Malin Kundang Kode Etik Pencinta alam komentar Korban Semeru Kota Tertinggi di Dunia KRI Bimasuci KRI Dewaruci KRI Tarakan-905 Kucing membantu pendaki tersesat Kuliner Lagoy Bay Lagu Daerah legenda Asal-usul Nyi Blorong Legenda Batu Cinta Situ Patenggang Lelaki Pendaki Liburan Hemat Biaya dengan fitur wisata Google Flights Lirik Lagu Daerah Live CCTV Online Jakarta Monas Logo kemerdekaan RI terbaru Logo wisata Jawa Tengah indonesia Lowongan Penerimaan CPNS 2017 mahameru Masa Penjajahan memahami dasar-dasar area kerja pada photoshop Memanfaatkan Smartphone untuk Belajar Bahasa Inggris Meru Militer Indonesia Mitos tanjakan Cinta Monas MRT Jakarta Museum Batik Pekalongan Nama-nama Tari di Indonesia Nara Masista Diplomat Cantik Indonesia Niche high cpc Nol Kilometer Indonesia Nusa Dua Bali nusantara indonesia Obat Alami agar Jantan dan Perkasa Obat Alami Ambeien atau Wasir Obat Alami Impotens Obat Alami Penis Loyo Obat Alami susah Kencing Obat Tradisional Ambeien Obat Tradisional Indonesia Panjat tebing Pantai Ancol Pekalongan Pelajaran Berharga dari Petualangan Alexander Supertramp Pemuda Indonesia Pendaki berhijab Pendaki Cantik pendaki Gunung pendakian gunung prau Penggunungan Sampah Pengibaran Merah Putih pesona alam Indonesia Pesona Indonesia PILKADA 2017 Pilpres AS Pohon Gaharu Indonesia Profil Dian Pelangi Profil Ima Matul Maisaroh Mantan TKW indonesia proklamasi indonesia Pulau Bintan Puncak Garuda Merapi Puncak Jaya Cartensz Pyramid Quote Pendaki Gunung Raflesia Raja Ampat Island Raja Arab Berlibur di Bali Raja Arab Ke Indonesia Ramang-ramang Ramuan Alami agar Wajah jadi berseri Ramuan Mengobarkan Gairah Wanita Frigid Ramuan Pasutri Ramuan Tradisonal Susah Buang Air Kecil Referensi Buku Rinjani Rita ruby hartland Mars Pencinta Alam Rock Climbing image Sejarah Indonesia Sejarah industri pesawat terbang Indonesia Sejarah Sepak Bola di Indonesia Sejarah Tahu Sumedang Sejarah Timur-Timor Sekolah Alam Pekalongan Sembilan program (Nawa Cita) Jokowi-JK Seni & budaya Seputar Tips Seven Summits Indonesia Soe Hok Gie SOE HOK-GIE SEKALI LAGI sosok perempuan penenun diuang kertas lima ribu rupiah Srikandi T Tanaman Obat Taukah Anda Taukah Anda. Timnas Indonesia Tindakan Mencoret Bendera Indonesia tidak dibenarkan Tips Diet Sehat dan Alami Tips Wanita dan Kecantikan Top Featured Tour and Travel Tragedi mengerikan Kawah Sinila Dieng Tahun 1979 travel in indonesia Travel Perjalanan Tuju Gunung Tertinggi Indonesia tutorial blog video Virus Pesona Indonesia Slank Welo River Wisata Bahari Wisata Bandung Wisata Batu Purbakala watu bahan Pekalongan Wisata budaya ke Puncak Rahtawu Wisata Indonesia Wisata Jakarta wisata Jawa Tengah indonesia Wisata NTT Wisata Pantai Jodo Batang Jawa Tengah Wisata Religi Wisata Rumah Pohon Wisata Unik Wonderful Indonesia
false
ltr
item
:: Cayo Indonesia: JUDUL SOE HOK-GIE..SEKALI LAGI
JUDUL SOE HOK-GIE..SEKALI LAGI
Judul: Soe Hok-Gie ...sekali lagi : buku, pesta dan cinta di alam bangsanya .Subjek:Su, Hok Gie, 1942-1969 ; Political activitists --Indonesia--Biography
https://1.bp.blogspot.com/-L4wpgKpC_nE/WBMG5B49BoI/AAAAAAAAC7c/hcdZK0kN4Go7jAHwebDIStZTTCN5BzIRACLcB/s1600/buku%2BSOE%2BHOK-GIE%25E2%2580%25A6sekali%2Blagi.png
https://1.bp.blogspot.com/-L4wpgKpC_nE/WBMG5B49BoI/AAAAAAAAC7c/hcdZK0kN4Go7jAHwebDIStZTTCN5BzIRACLcB/s72-c/buku%2BSOE%2BHOK-GIE%25E2%2580%25A6sekali%2Blagi.png
:: Cayo Indonesia
http://www.indonesiacayo.com/2016/10/judul-soe-hok-giesekali-lagi.html
http://www.indonesiacayo.com/
http://www.indonesiacayo.com/
http://www.indonesiacayo.com/2016/10/judul-soe-hok-giesekali-lagi.html
true
2299544268092730493
UTF-8
Not found any posts Lihat Semua Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All BACA JUGA LABEL ARCHIVE SEARCH Semua Artikel Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy