Perjalanan Sejarah Letusan Gunung Sinabung hingga Kembali Erupsi

Perjalanan Sejarah Letusan Gunung Sinabung hingga Kembali Erupsi . Gunung Sinabung merupakan gunung api di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo. Sinabung bersama Gunung Sibayak di dekatnya adalah dua gunung api aktif di Sumatera Utara dan menjadi puncak tertinggi kedua di provinsi itu.

Ketinggian gunung ini adalah 2.451 meter. Gunung Sinabung tidak pernah tercatat meletus sejak 1.600. Tetapi mendadak aktif kembali dan meletus pada 2010. Letusan terakhir gunung ini terjadi sejak September 2013 dan mungkin saja suatu saat nanti Gunung sinabung kembali memuntahkan isinya, karena hingga saat ini , sinabung terus erupsi dan berstatus waspada.

gambar gunung sinabung erupsi

Sejarah Letusan Gunung Sinabung

Selama 400 tahun Gunung sinanbung  tertidur. Sesar Gunung sinabung adalah merupakan salah satu dari dua  sesar /patahan teraktif di dunia. Sinabung mulai bangun setelah Gempa Bumi disertai
tsunami dahsyat  yang mengguncang Aceh pada tanggal 26 Desember 2004, disusul kemudian dengan gempa di Nias Maret 2005 dan pada bulan Juli 2006 , lalu diikuti  Gempa yang mengguncang Kota Padang pada Maret 2007 silam . September 2009 Gempa Nias terjadi lagi pada bulan Oktober 2009. Selang setahun  kemudian tanggal  29  Agustus  2010 ahirnya Gunung Sinabung  terbangun dari tidur panjangnya dan meletus untuk pertama kali setelah 400-an tahun lamanya sinabung tertidur .Sumber dari kutipan artikel kompasiana.

Waspada Gunung Sinabung Kembali Erupsi 

Dikutip dari halaman website berita Rakyat Medan Minggu (6/11) Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, kembali erupsi hari ini. Pos Pemantau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, terjadi erupsi setinggi 1.500 meter pukul 07.46 WIB.

Petugas Pos Pemantau PVMBG Gunung Sinabung, Deri mengatakan, erupsi dengan ketinggian mencapai 1.500 meter itu disertai awan panas guguran, sejauh 700 meter ke arah tenggara timur.

“Kita imbau masyarakat untuk waspada dan jangan melakukan aktivitas di zona berbahaya, atau zona merah Gunung Sinabung. Saat ini zona tersebut sudah disterilkan,” jelas dia.

Menurut Deri jarak radius tiga kilometer dari puncak Gunung Sinabung merupakan zona berbahaya. Sedangkan jarak untuk sektor selatan-tenggara tujuh kilometer, dan sektor tenggara-timur enam kilometer.

“Lalu untuk jarak empat kilometer untuk sektor utara-timur Gunung Sinabung masuk dalam zona merah,” papar dia.

Selain mewaspadai zona merah, masyarakat dan wisatawan juga diimbau waspada terhadap bahaya lahar. Terutama masyarakat yang bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung.

“Masyarakat di hulu sungai diimbau mewaspadai lahar dan banjir lahar,” sebut Deri.
Saat ini status Gunung Sinabung masih dalam level Awas IV. 

Video Erupsi Gunung Sinabung tanggal 4/11/2016



Letusan terakhir gunung ini terjadi sejak September 2013 dan mungkin saja suatu saat nanti Gunung sinabung kembali meletus, Allahu a'lam. Demikian semoga bermanfaat .


Terimakasih telah membaca artikel | Perjalanan Sejarah Letusan Gunung Sinabung hingga Kembali Erupsi | Silahkan boleh di Share.

Related Articles :