Harga Tiket Jadwal Turnamen Mini Uji Coba Timnas U - 19

Harga Tiket Jadwal Turnamen Mini Uji Coba Timnas U - 19. Jelang Piala Asia U- 19 Indonesia pada 18 Oktober hingga 4 November 2018 mendatang, PSSI menyelenggarakan laga uji coba untuk Timnas U- 19 Indonesia dalam turnamen mini segi tiga berlabel PSSI Anniversary U-19 Tournament 2018 tanggal 21 hingga 25 September 2018 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor.
PSSI Anniversary U 19 Tournament 2018
PSSI Anniversary U- 19 Tournament 2018
Tak tanggung - tanggung dalam PSSI Anniversary U- 19 Tournament 2018 ini, Timnas U- 19 Indonesia akan melawan dua Tim kuat yaitu China  U-19 dan juga Thailand U- 19. Di mulai pada 23 September timnas U-19 akan menjajal kekuatan raja asia tenggara Thailand, lalu akan menantang tim kuat Asia, China pada 25 September 2018.

PSSI pada awalnya juga mengundang timnas U-19 Suriah, namun  kemudian mengundurkan diri sehingga turnamen ini menyisakan 3 peserta. Semua pertandingan PSSI Anniversary U-19 Tournament 2018 pada pukul 18.30 WIB Live di Inews TV / RCTI.

Berikut Jadwal lengkap Pertandingan PSSI Anniversary U-19 Tournament 2018

  • China U- 19  vs Thailand U- 19 hari Jumat (21/9)
  • Timnas Indonesia  U- 19 vs Thailand U- 19 hari Minggu (23/9)
  • Timnas Indonesia U- 19  vs China U- 19 hari Selasa (25/9)
Berikut Harga Tiket PSSI Anniversary U-19 Tournament  2018

  1. Harga tiket Tribun Utara/Selatan Rp 40.000
  2. Harga tiket Tribun Timur Rp 75.000
  3. Harga tiket VIP Barat Rp 150.000
Turnamen segitiga PSSI Anniversary U-19 Tournament  2018, Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, kick off pukul 18.30 WIB live di Inews TV / RCTI.

Indonesia ternyata 10 Besar Negara Tersukses sepanjang sejarah Asian Games

Indonesia ternyata 10 Besar Negara Tersukses sepanjang sejarah Asian Games. Menyandang predikat sebagai tuan rumah Asian Games 2018 ternyata berdampak langsung bagi prestasi yang diraih Atlet - atlet Indonesia, dimana Kontingen Indonesia sukses berada di peringkat 4 daftar klasemen dengan meraih 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu.
Indonesia ternyata 10 Besar Negara Tersukses sepanjang sejarah Asian Games
Indonesia ternyata 10 Besar Negara Tersukses sepanjang sejarah Asian Games
Cobor Pencak Silat menjadi cabang olahraga yang terbanyak dalam menyumbang medali emas yaitu 14 medali emas. Dengan perolehan tersebut ternyata Indonesia sukses masuk dalam jajaran 10 besar negara tersukses sepanjang sejarah Asian Games.

Untuk  di level Asia Tenggara, Indonesia masih di bawah Thailand. Predikat negara Asia Tenggara tersukses di Asian Games, hinga sampai saat ini masih dipegang oleh Thailand dengan mengoleksi total 132 medali emas. China masih menjadi negara Asia tersukses di Asian Games dengan mengoleksi 1.487 keping medali emas.

Sementara itu, juga ada negara yang hingga sampai saat ini belum pernah sekalipun mendapatkan medali emas. Negara-negara tersebut ialah Brunei Darussalam, Laos, Nepal, Palestina, dan juga Yaman.

Berikut Daftar 10 Besar Negara Tersukses sepanjang sejarah di Asian Games

1. China : 1487 medali emas, 1.020 medali  perak, dan 758 medali perunggu.
2. Jepang : 1.032 medali emas, 1.036 medali perak, dan 986 medali perunggu.
3. Korea Selatan : 746 medali emas, 660 medali perak, dan 827 medali perunggu.
5. Iran : 169 medali emas, 171 medali perak, 202 medali perunggu
6. Kazakhstan : 153 medali emas, 159 medali perak, 245 medali perunggu
7. India : 152 medali emas, 201 medali perak, dan 312 medali perunggu
8. Thailand : 132 medali emas, 175 medali perak, dan 278 medali perunggu
9. Indonesia : 112 medali emas, 131 medali perak, 240 medali perunggu
10. Korea Utara : 97 medali emas, 132 medali perak, dan 169 medali perunggu.

#HiduplahIndonesiaRaya #cayoindonesia 

Baju bersejarah Jojo yang sering di buka saat Selebrasi kemenangan laku 400 juta

Pada acara Konser amal untuk NTB yang di siarakan secara langsung Indosiar pada Rabu Malam, tanggal 29 Agustus 2018 pukul 23.30 WIB, ada beberapa benda bersejarah saksi bisu kehebatan prestasi Olahraga Indonesia di Asian Games 2018 Jakarta Palembang yang di lelang dalam acara tersebut.
Jonatan Christie
Jonatan Christie
Pebulutangkis tunggal putra, Jonatan Christie yang berhasil menyabet medali emas usai menaklukan atlet China Taipei, Chou Tienchen, lewat pertarungan sengit tiga set di babak final bulu tangkis Asian Games 2018 menyumbang Kaos yang di pakai pada Asian Games .

Jonatan Christie yang sering membuat Histeris suporter Wanita saat mengganti baju di tengah pertandingan dan juga kerap kali melakukan aksi selebrasi buka baju ini memang sedang menjadi idola baru. Alhasil Kaos yang di lelang dalam acara lelang tersebut terjual Rp 400 Juta rupiah. Pembelinya adalah Sutanto Hartono - CEO PT Surya Citra Media.

Jojo juga berjanji akan menyumbangkan sebagian dari bonusnya yang sebesar 1,5 miliar rupiah untuk korban gempa di Lombok. Bonus tersebut adalah sebagai Insentif yang diberikan oleh pemerintah Indonesia untuk setiap peraih medali emas di Asian Games.

Sementara itu untuk kaos yang dikenakan Anthony Ginting laku dengan harga Rp 150 juta. Ada juga sepasang raket bersejarah yang digunakan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon saat merebut medali emas Asian Games 2018 yang terjual seharga Rp 300 juta.
Kevin marcus Fajar Rian
Kevin marcus Fajar Rian
Kevin Sanjaya/Marcus Gideon menyumbangkan Raket dan kaos yang mereka gunakan saat partai final Asian Game 2018 Jakarta Palembang untuk dilelang dalam konser amal gempa NTB. Fajar Alfian dan Muhammad Rian juga menyumbangkan kaos bersejarah mereka. Lalu ada 12 pakaian bersejarah yang dikenakan atlet pencak silat saat meraih medali emas Asian Games Jakarta Palembang yang juga ikut dilelang.

Berikut hasil lelang benda - benda bersejarah pada Konser Amal Indosiar untuk Korban Gempa NTB

  1. Kaos Jonatan Christie terjual Rp 400 juta. 
  2. Raket Kevin Sanjaya/marcus Gideon terjual Rp. 300 juta
  3. Kaos Marcus Gideon terjual Rp 150 juta. 
  4. Kaos Kevin Sanjaya terjual Rp 100 juta. 
  5. Kaos Anthony Ginting terjual Rp.150 juta 
  6. Kaos Fajar Alfian/Muhammad Rian terjual Rp. 100 juta. 
  7. Pakaian atlet Pencak silat terjual Rp 900 juta. 
  8. Gitar Menaker Hanif Dhakiri Rp 1 miliar
  9. Vas Bunga Menlu Retno Marsudi Rp 200 juta
  10. Kaos Puan Maharani Rp 200 juta 
Elek Yo Band juga menyerahkan honor manggungnya di acara tersebut Rp 10 miliar untuk  Korban Gempa Lombok dan NTB . Lalu ada juga sumbangan yang dihimpun Indosiar. Tak hanya itu seluruh pendapatan iklan selama acara berlangsung juga semuanya akan disumbangkan untuk gempa Lombok dan NTB.

Petisi online untuk Luis Milla berbuah Manis

Semua Rakyat Indonesia pecinta Timnas sedang dilanda kesedihan yang mendalam usai timnas U-23 Indonesia kalah menyakitkan dari timnas U-23 UEA (Uni Emirat Arab ) di babak 16 besar sepak bola Asian Games, Meski timnas U-23 Indonesia yang dilatih Luis Milla mengalami kegagalan, namun warganet banyak yang menginginkan untuk Luis Milla dipertahankan sebagai Pelatih Timnas Indonesia.
PSSI Perpanjang Kontrak Luis Milla
Luis Milla
Seperti Kita ketahui bersama bahwa setelah ke gagalan membawa Timnas U - 22 Indonesia di ajang sepak bola Sea Games di Malaysia, luis Milla masih di beri kepercayaan PSSI untuk menukangi Timnas U - 23 Asian Games dengan target perempat FINAL Asian Games Jakarta Palembang. Kontrak Luis Milla sendiri akan berakhir pada ahir bulan Agustus ini dan nampaknya belum ada sinyal dari Ketua umum PSSI untuk memperpanjang Kontrak Luis Milla.

Karena hal tersebut, warganet banyak yang  menyerbu akun Instagram Ketua Umum PSSI, Bapak Edy Rahmayadi untuk memperpanjang kontrak Luis Milla setidaknya sampai Piala AFF 2018 yang akan berlangsung pada November mendatang.

Banyak tagar #SaveLuisMilla yang meraimaikan media sosial, tak hanya itu saja dukungan untuk  Luis Milla agar terus melatih Timnas Nasional Indonesia juga hadir lewat petisi online di halaman change.org dengan judul petisi Perpanjang Kontrak Luis Milla. Petisi tersebut digagas oleh Calvin Fernando dan sampai saat artikel ini di buat, sudah ditandatangani lebih dari 32.000, termasuk Saya juga sudah tanda tangan di situ.


Alhamdulillah, berkat kita semua akhirnya PSSI Perpanjang Kontrak Luis Milla selama setahun. Hal tersebut resmi diumumkan langsung oleh Ketua Umum PSSI, Bapak Edy Rahmayadi pada hari Selasa (28/8/2018) sore dalam jumpa pers di salah satu hotel di Jakarta Selatan.

Tugas pertama Milla adalah membentuk Timnas Senior guna menghadapi Piala AFF 2018 yang akan berlangsung pada tanggal 8 November hingga 15 Desember mendatang.


Sukses itu butuh Proses dan tidak Instan.

Perlu Kita ketahui bersama bahwa Luis Milla memang pernah membawa Timnas U 21 Spanyol menjadi juara Piala Eropa tahun 2011 dengan mengalahkan Swiss di final. Saat itu Milla menangani pemain - pemain yang sekarang menjadi bintang di klub masing - masing seperti Juan Mata, David De Gea, Cesar Azpilicueta, Bojan Krkic, Ander Herrera, dan juga Thiago Alcantara.

Namun perlu Kita ketahui bersama bahwa usaha Luis Milla membawa Timnas Spanyol tidaklah dengan jalan instan. Karier Milla bersama timnas muda Spanyol tak berjalan mulus di tahun pertamanya dimana Ia gagal membawa Matador muda lolos ke fase grup Piala Eropa U-19 tahun 2009.

Tim muda Spanyol U-19 baru sukses menembus final Piala Eropa U-19 pada tahun 2010. Namun, Milla gagal juara karena Spanyol kalah 1-2 dari Perancis yang waktu itu menjadi tuan rumah. Melalui proses panjang dan kerja keras, akhirnya di tahun 2011 buah kerja kerasnya menjadi manis untuk Rakyat Spanyol. Milla Sukses membawa Spanyol U-21 menjadi juara Piala Eropa U-21 2011.

Ditangan Luis Milla Timnas berkembang dengan pesat, tak hanya dari segi permainan Luis Milla juga berhasil membuat mental bertanding  para pemain Timnas Indonesia bermental baja berjuang tanpa lelah. Saya dari SD sudah nonton Timnas Indonesia dan tak pernah melewatkan setiap pertandingan Timnas, menurut pandangan saya, cara bermain Timnas era Milla sangat berbeda jauh dengan pelatih - pelatih lain, jika dulu ketika Timnas kebobolan dulu 80 persen pasti kalah, sekarang Kita bisa lihat sendiri bagaimana mental bertanding yang ditampilkan Hansamuyama dkk. Dengan cara bermain seperti itu 2 - 3 tahun lagi bisa jadi Timnas Indonesia berjaya setidaknya di Level Asean dulu.

Tak hanya itu semenjak SEA Games 2017, Luis Milla berhasil menghadirkan gaya bermain Timnas Indonesia yang atraktif  dan tidak membosankan hingga di babak 16 besar Asian Games. Masih banyak lagi perubahan yang menjanjikan Timnas Indonesia di tangan coach Luis Milla yang bisa kalian cari di internet.

Ayo pecinta Timnas Indonesia, jika kalian menginginkan Coach luis Milla tetap melatih Timnas Indonesia, mari tanda tangani petisi online Perpanjang Kontrak Luis Milla. Dalam petisi itu, warganet ingin PSSI memberikan kesempatan kepada mantan pelatih timnas Spanyol U-21 itu meneruskan pekerjaannya membangun timnas Indonesia. Mereka beralasan jika ada pelatih baru maka para pemain harus beradaptasi lagi dari awal.

AYO TANDA TANGANI PETISI ONLINE PERPANJANG KONTRAK LUIS MILLA!
petisi online perpanjang kontrak luis milla
petisi online perpanjang kontrak luis milla
Berikut kutipan isi petisi online Perpanjang Kontrak Luis Milla

Tidak ada yang mudah untuk semua hal termasuk Sepakbola, berikan Luis Milla kesempatan untuk merubah persepakbolaan kita yang carut marut dan tanpa prestasi. Datangnya Luis Milla membawa secerca harapan baru bagi kita semua, permainan Indonesia berubah dan mampu mengimbangi tim-tim dari Asia Timur dan Asia Barat, padahal dulunya Indonesia sulit sekali mengimbangi mereka dan selalu kalah, jadi sebagai suporter Timnas sejati saya mengajak kita semua untuk menandatangi petisi ini hingga mudah-mudahan menteri pemuda dan olahraga kita dapat melihatnya dan mewujudkan cita-cita kita semua, Sepakbola tidak mudah semua butuh proses biarkan Milla membantu Indonesia menjadi tim yang lebih baik lagi hingga akhirnya cita-cita kita semua dapat tercapai yaitu melihat Indonesia berprestasi atau bahkan bisa lolos ke Piala Dunia, Ibarat main judi masang kecil masa mau menang banyak? jangan jadikan gaji Luis Milla sebagai alasan, kami lebih rela bayar pajak untuk bayar Milla ketimbang di korupsi! .  #THEPOWEROFNETIZEN #cayoindonesia

Warganet kecewa Siaran langsung Timnas Indonesia di acak

Kejadian diacaknya siaran langsung Timnas Indonesia pernah terjadi kala Indosiar menyiarkan pertandingan Timnas Piala AFF U-19. Saat itu pihak Indosiar melakukan pengacakan siaran langsung kepada pertandingan-pertandingan awal Timnas Indonesia.

Warganet yang tak puas dengan keputusan tersebut, akhirnya beramai-ramai “nyerang” akun official resmi dari indosiar hingga membuat pihak indosiar luluh dan akhirnya membuka siaran acakannya.
kecewa Siaran langsung Timnas Indonesia di acak dan banyak Iklan mengganggu
kecewa Siaran langsung Timnas Indonesia di acak dan banyak Iklan mengganggu
Gelaran Piala AFF U-16, Indosiar kembali menjadi pemegang hak siar, dan tidak melakukan pengacakan siaran sehingga seluruh rakyat Indonesia bisa menyaksikan perjuangan Amiruddin Bagus Kahfi dan kawan-kawan menjadi kampiun dalam turnamen.

Kembali Siaran langsung perdana cabor Sepakbola Asian Games antara Timnas Indonesia U - 23 vs Taiwan pada minggu malam 12 Agustus 2018 pukul 19.00 WIB, live SCTV menuai banyak kritik dari warganet, pasalnya lagi-lagi siaran langsung pertandingan Timnas Indonesia ini diacak oleh televisi pemegang hak siar Asian Games, yakni SCTV.

Antara Indosiar dan juga SCTV sebenarnya keduanya adalah berasal dari group media yang sama, yaitu Emtek Group (emtek.co.id) Jadi, dengan adanya protes terhadap Indosiar yang mengacak siarn langsung pertandingan Timnas, maka seharusnya SCTV juga tidak melakukan pengacakan terhadap pertandingan yang dijalani Timnas Indonesia Asian Games.

Kekuatan netizen indonesia memang dasyat, namun tampaknya kali ini usaha warganet agar siaran langsung Asian Games terutama cabor sepakbola untuk tidak di acak sulit terealisasi, pasalnya pengacakan di satelit dilakukan karena aturan dari OCA (Olympic Council of Asia) seperti halnya aturan seragam Timnas yang harus memakai sponsor lining. Peraturan dari OCA right holder membuat peraturan agar official broadcaster harus mengacak siarannya melalui satelit.
kecewa siaran asian games di acak
kecewa siaran asian games di acak
CEO Indonesia Entertainment Produksi, Indra Yudhistira menjawab keluhan warganet tersebut yang mengatakan bahwa pengacakan di satelit dilakukan karena aturan dari OCA (Olympic Council of Asia) agar siaran SCTV tidak menyebar ke negera lain, namun Emtek memberikan keringanan kepada televisi berbayar untuk menyiarkan Asian Games tanpa diacak di saluran TV Berbayar SCTV, Indosiar, O Channel, TVRI, tvOne dan juga MetroTV.

Solusi untuk Masyarakat Indonesia jika ingin menyaksikan laga Timnas Indonesia U - 23 Asian games secara langsung dan tidak di acak adalah lewat antena analog atau datang langsung ke stadion tempat berlangsung cabor sepakbola Asian Games.

Perlu di ketahui banyak daerah indonesia yang tidak bisa menangkap siaran antena analog, dan hal ini sungguh sangat mengecewakan, karena mereka tidak bisa menikmati pertandingan Timnas Indonesia. Mudah - mudahan ada solusi agar siaran langsung Timnas Indonesia tidak di acak, karena sepakbola adalah hiburan rakyat Indonesia untuk semua kalangan. Indonesia sudah merdeka hingga 73 tahun, masa untuk menikmati pertandingan Timnas Indonesia saja masih susah.

Baca juga [ Daftar Lengkap tempat dan Harga tiket Pertandingan Sepak bola Asian Games 2018 ]

Banyak warganet yang ingin TVRI menayangkan semua pertandingan timnas Indonesia, dengan memberi tag kepada akun official TVRI, hingga mendapat jawaban dari admin TVRI.
Kecewa siaran langsung timnas di acak dan banyak Iklan mengganggu
akun official tvri
 Admin kadang membayangkan, andai TVRI diberikan APBN lebih dari 5 trilyun :

  1. Kami perbaiki semua transmisi yg ada dan kami tambah jumlahnya
  2. Kami upgrade semua peralatan ready Digital
  3. Kami ambil semua hak siar Olahraga, baik multievent dan Liga Sepakbola
iklan sctv menutupi layar
iklan menutupi layar 
Tak hanya siaranya yang di acak, pertandingan pembukaan Timnas di Asian Games ini juga menuai banyak kritik dan juga nada protes dari masyarakat yang menilai kalau iklan yang tampil di tengah pertandingan dirasa mengganggu, karena iklan yang muncul dilayar mendominasi dengan berukuran terlalu gede dan sering muncul. Bagi yang memiliki televisi ukuran besar saja hal ini dirasa cukup mengganggu, apalagi bagi yang televisinya dengan layar berukuran kecil, atau streaming lewat HP, bisa dibayangkan bagaimana dongkolnya hati ini.

Semoga dengan banyaknya keluhan dan kritik dari Masyarakat di media sosial soal pengacakan, dan munculnya iklan sponsor segede biji jagung di depan mata, yang hingga memenuhi hampir sebagian layar televisi, dapat membuat SCTV berubah dalam menayangkan siaran langsung Asian Games 2018 ini agar tidak mengecewakan masyarakat. Memang pada dasarnya iklan penting, namun jika hal ini mengganggu dan membuat dongkol bukanya hal ini malah mengurangi daya tarik khalayak ramai. Semoga bermanfaat.


Cara membuat Desain pengumuman Lomba 17 Agustus

Cara membuat Desain pengumuman Lomba 17 Agustus. Secara umum desain adalah proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru. Sebagai kata benda, "desain" digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif. Desain Brosur adalah Proses menciptakan obyek baru dengan berbagai kreatifitas gambar dan tulisan yang akan digunakan untuk memberikan informasi yang detail.

Brosur dan Pamflet merupakan dua media promosi yang sering digunakan oleh perusahaan. Brosur, Pamflet, poster dan sejenisnya memang memiliki fungsi yang berbeda di dunia marketing. Namun apapun itu untuk menyebut desain pengumuman Lomba 17 Agustus sebagai sebuah brosur, pamflet, poster sah - sah saja, yang penting sebagai generasi Muda Kita wajib mengisi Kemerdekaan Indonesia dengan hal - hal yang positif, seperti contohnya mengadakan lomba - lomba 17 agustus dan hal - hal positif lainya.

Nah untuk kalian yang berencana akan mendesain brosur, pamflet, poster pengumuman Lomba 17 Agustus, berikut ini ada contoh dan tips membuat brosur, pamflet, poster pengumuman lomba 17 agustus .

Artikel Terkait [ Logo Kemerdekaan Indonesia ke 73 terbaru Tahun 2018 ]

Tips Cara membuat Desain Brosur, Pamflet, poster pengumuman Lomba 17 Agustus yang baik


Contoh Desain brosur pengumuman Lomba 17 Agustus
Contoh Desain brosur pengumuman Lomba 17 Agustus

  1. Kalimat pembuka harus jelas tentang maksut dari pengumuman tersebut
  2. Bentuk atau model pengumuman harus menarik agar orang tertarik untuk melihat dan membaca pengumuman tersebut.
  3. Bahasa yang digunakan jelas dan persuasif ( artinya membujuk). Jadi, intinya apa nantinya yang ingin disampaikan dalam pengumuman tidak membingungkan pembaca. Pakailah bahasa yang dapat mengajak orang-orang untuk membaca hingga merasa tertarik.
  4. Isi dan maksud dari pengumuman tersebut mudah dipahami. Usahakan isinya tidak bertele-tele agar supaya jelas maksud dan tujuannya. Jadi lebih baik dalam pembuatan pengumuman langsung pada pokok-pokok apa yang akan disampaikan.
  5. Buatlah dengan ukuran yang proporsional, sesuai dengan banyak dan sedikitnya isi pengumuman agar enak dilihat.

Demikian Cara membuat Desain pengumuman Lomba 17 Agustus, semoga bermanfaat.

Sejarah Desain Jersey Timnas Indonesia sejak 2007 - 2018

Di setiap desain Jersey Timnas Indonesia selalu tersimpan sejarah yang tak terlupan bagi Saya, karena sejatinya timnas Indonesia adalah bagian dari perjalanan hidup Saya. Timnas Indonesia memang sudah lama tak berprestasi sejak terakhir kali meraih medali emas di ajang SEA Games 1991. Namun, sampai kapanpun, Saya masih tetap cinta dan bangga dengan Timnas Garuda. Berikut adalah kilas balik sejarah timnas Indonesia sejak tahun 2007 yang ada di ingatan Saya.

Sejarah Kiprah Timnas Indonesia

Tahun 2004 terahir kali desain jersey timnas Indonesia menggunakan pola tiga garis ikonik khas apparel adidas yang terpasang di bahu, karena sejak tahun 2007, perusahaan perlengkapan olahraga asal Amerika Serikat, Nike resmi menjalin kerjasama dengan PSSI untuk keperluan jersey Timnas Indonesia.

jersey timnas Indonesia 2004
jersey timnas Indonesia 2004 keluaran terakhir Adidas
Foto skuad timnas Indonesia saat pertandingan persahabatan vs australia setelah indonesia jadi runner up di piala tiger 2004 ( Sekarang Piala AFF ). Penampilan impresif timnas indonesia di piala tiger membuat australia penasaran ingin bertanding lawan timnas Indonesia.

Berdiri dari kanan ke kiri : Hendro Kartiko, Mauli Lessy, Ortizan Sollosa, Firmansyah, Ismed Sofyan, Hamka Hamzah

Jongkok dari kanan ke kiri : Ponaryo Astaman, Agus Indra, Samsul Bahri, Ilham Jaya Kusuma, Firman Utina

Pelatih : Peter White

Dari tahun 2007 hingga 2018 menjadi sponsor resmi untuk jersey timnas Indonesia, tercatat Nike telah 5 kali mengeluarkan desain baru untuk seragam tempur pasukan Garuda. Berikut ini adalah sejarah desain jersey timnas Indonesia dari tahun 2007 hingga 2018 keluaran Nike.

Evolusi desain jersey timnas Indonesia dari tahun 2007 - 2018 ( Keluaran Nike )

1. Jersey Timnas Indonesia Tahun 2007
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2007
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2007
Pertama kali bekerjasama dengan PSSI di tahun 2007, Nike merilis desain jersey baru untuk timnas Indonesia dengan memperkenalkan teknologi baru dry fit. Teknologi dry fit ini diklaim dapat dengan mudah menyerap keringat Pemain. Jersey dengan teknologi dry fit, menjadikan keringat yang sudah diserap tersebut lebih cepat diuapkan, sehingga selain mudah menyerap keringat juga membuat nyaman pemain.

Desainnya Jersey Timnas Indonesia tahun 2007 polos dengan dua garis putih miring di bawah bagian kiri. Lalu ada lambang garuda di dada kiri dan logo centang khas apparel Nike di dada kanan. Lambang garuda di dada dibuat tepat di atas jantung pemain, yang menunjukkan betap dekatnya Indonesia di hati, menunjukan bahwa para pemain Timnas berjuang sepenuhnya untuk negara dan bangsa ini.

Sejarah tak terlupakan Timnas Indonesia tahun 2007

Tahun 2007 Indonesia pertama kali menjadi tuan rumah Piala Asia bersama tiga negara Asean lainya. Dengan seragam kebanggan tahun 2007 ini, Saya masih ingat, dihadapan sekitar 60 ribu penonton, Tim Merah-Putih yang di asuh pelatih Ivan Kolev, sukses membungkan Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Indonesia menang 2-1 atas Bahrain melalui gol membelah lautan Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas.

Skuad Timnas Indonesia di Piala Asia 2007

Kiper: Jendry Pitoy (Persipura), Marcus Horison (PSMS) dan Feri Rotinsulu (Sriwijaya FC).

Belakang: Supardi (PSMS), Ricardo Salampessy (Persipura), Firmansyah (Sriwijaya FC), Charis Yulianto (Sriwijaya FC), Hary Saputra (Persis), Maman Abdurrachman (PSIS), M. Ridwan (PSIS), Erol Iba (Persik).

Tengah: Ponaryo Astaman (Arema), Firman Utina (Persita), Ismed Sofyan (Persija), Mahyadi Panggabean (PSMS), Eka Ramdhani (Persib), Syamsul Bachri Chaerudin (PSM) dan Atep (Persija).

Depan: Ellie Aiboy (Arema), Bambang Pamungkas (Persija), Budi Sudarsono (Persik), Zaenal Arief (Persib), Rahmat Rivai (Persiter).

Cadangan: Achmad Kurniawan (Arema), Aris Budi Prasetyo (Persik), Bayu Sutha (Persib), Achmad Amiruddin (PSM), Achmad Jufriyanto (Persita), Legimin Raharjo (PSMS), Irsyad Aras (PSM).

Pelatih : Ivan Kolev

2. Jersey Timnas Indonesia Tahun 2008
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2008
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2008
Di tahun 2008, Nike kembali merilis jersey untuk timnas Indonesia. Seragam tempur timnas di tahun 2008 menggunakan bahan ramah lingkungan, yaitu berasal botol plastik air minum mineral yang didaur ulang.

Jersey timnas tahun 2008 masih mirip dengan desain pada jersey tahun 2007, namun hanya saja kali ini ada dua garis putih berdiri di bawah, dan ditambah pula lambang sayap emas di bagian leher belakangnya.

Logo sayap berwarna emas yang ada di belakang tersebut untuk mengingatkan pemain, bahwa mereka harus bangga sudah terpilih di antara sekian banyak pemain sepak bola di Indonesia.
Mereka berjuang untuk Indonesia yang diwakili lambang garuda, dengan sayap mereka diharapkan, mereka mampu mengepakkan sayap dan terbang setinggi mungkin demi nama bangsa.

Sejarah tak terlupakan Timnas Indonesia tahun 2008

Indonesia menjadi Tuan rumah piala AFF 2008 bersama dengan Thailand. PSSI menunjuk Benny Dolo sebagai juru taktik timnas senior dengan target juara AFF 2008. Dengan hasyarat ingin membayar keterpurukan Timnas Indonesia di tahun 2007, hasilnya malah mengecewakan dimana Timnas Indonesia kandas di empat besar, setelah di semi final kalah dari Thailand yang saat itu menggunakan sistem kandang dan tandang, Timnas Indonesia kalah dua kali dari Thailand yaitu di partai kandang di SUGBK tanggal 16 Desember ( Indonesia 0 -1 Thailand ) dan tanggal 20 Desember di Thailand ( Thailand 2 - 1 Indonesia ). Gagalnya Timnas Indonesia di AFF 2008, banyak yang menyebut adalah karena faktor fisik para pemain yang buruk.

AFF 2008, Vietnam tampil mengejutkan, dan mampu menjadi juara setelah berhasil mengandaskan perlawanan Thailand di partai final.

Skuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2008

Kiper: Markus Horison (Persik), Fery Rotinsulu (Sriwijaya FC)

Belakang: Muhamad Roby (Persik), Richardo Salampessy (Persipura), Charis Yulianto (Sriwijaya FC), Muhammad Ridwan (Pelita), Fandy Mochtar (Arema Malang), Isnan Ali (Sriwijaya FC), Maman Abdurahman (Persib)

Tengah: Syamsul Bachri (PSM Makassar), Eka Ramdani (Persib), Ian Louis Kabes (Persipura), Arif Suyono (Arema), Firman Utina (Pelita), Heru Nerli (Persipura), Hariono (Persib), Ponaryo Astaman (Persija), Elie Aiboy (Selangor FC)

Depan: Bambang Pamungkas (Persija), Aliyudin (Persija), Saktiawan Sinaga (Persik), Budi Sudarsono.

Pelatih : Benny Dolo

3. Jersey Timnas Indonesia Tahun 2010
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2010
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2010
Pada tahun 2010, Nike kembali mendesain jersey baru timnas Indonesia dengan logo Garuda Pancasila di bagian depan seragam timnas. Bahan dasar seragam tetap menggunakan botol plastik air minum mineral yang didaur ulang.

Seragan timnas tahun 2010 ini terdapat Aksen hijau di bagian lengan kiri dan kanan serta dibagian dalam guna untuk menonjolkan Indonesia berada di garis Khatulistiwa dengan ciri khas agraris.

Warna hijau sejatinya juga untuk mengingatkan warna jersey timnas Indonesia pada tahun 1950 - 1958. Pada masa itu, timnas Indonesia sering kali meraih kemenangan gemilang dan di takuti di Asia.

Untuk pertama kalinya jersey timnas memakai tanda air bergambar garuda besar di bagian depan. Gambar garuda besar terlihat cukup mencolok . Saya masih ingat dengan jersey ini, timnas Indonesia tampil apik di Piala AFF 2010, sebelum terjadi antiklimaks di final.

Desain jersey timnas tahun 2010 ingin menunjukkan bahwa pemain layak disanjung dan layak dihormati sebagai pembela bangsa. Lambangnya dibuat makin tebal dengan dilapisi lingkaran untuk semakin terlihat terang agar terkesan tajam dan juga berbeda.

Sejarah tak terlupakan Timnas Indonesia tahun 2010

Di tahun 2010 adalah awal mula PSSI melakukan naturalisasi untuk Timnas Indonesia dengan memasukan  nama - nama seperti Christian Gonzales, dan juga  Irfan Bachdim di Timnas AFF 2010.

Banyak yang memprediksi, termasuk Saya, bahwa Timnas Indonesia kali ini akan juara Piala AFF, karena Timnas Indonesia saat itu bermain sangat apik dan ciamik di babak penyisihan hingga semifinal Piala AFF 2010.

Naman yang sangat menyedihkan, di partai Final Piala AFF 2010, seakan menjadi anti klimak Timnas Indonesia, Indonesia yang lebih superior karena di babak penyisihan grup berhasil menghancurkan Malaysia 5-1 , pada final leg pertama,Timnas harus tertunduk dari Malaysia di Stadion Nasional Bukit Jalil.

Tiga hari setelahnya, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, sesuatu yang hilang dari timnas Indonesia selama bermain di Bukti Jalil, tak lagi terlihat. Timnas Indonesia tampil ganas dan mampu memang dengan skor 2 - 1, namun tak mampu mengejar agregat ketertinggalan karena di leg pertama Timnas kalah 0 - 3 dari Malaysia di Bukit Jalil.

Penyebab keterpurukan Timnas Indonesia saat itu, di nilai banyak pihak karena Saat itu, popularitas timnas juga dimanfaatkan untuk kegiatan politik.

Berikut daftar skuad timnas Piala AFF 2010 :

Kiper: Markus Horison, Ferry Rotinsulu, Kurnia Meiga, Made Wirawan

Bek:Zulkifli, Benny Wahyudi, Ricardo Salampessy, Nova Arianto, Maman Abdulrahman, Hamka Hamzah, Yesaya Desnam, M Roby, M Nasuha, Slamet Riyadi

Gelandang: M Ridwan, Arif Suyono, Toni Sucipto, Firman Utina, Eka Ramdani, Ahmad Bustomi, Hariono, Johan Juansyah, Oktovianus Maniani, Octavianus

Penyerang: Christian Gonzales, Irfan Bachdim, Boas Salossa, Bambang Pamungkas, Yongky Aribowo,

Pelatih : Alfred Riedl

4. Jersey Timnas Indonesia Tahun 2012
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2012
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2012
Tahun 2012, kembali Nike merilis jersey baru timnas dengan tetap mengandalkan bahan daur ulang botol plastik air minum mineral dengan bahan lebih ringan 20 persen dan 23 persen lebih kuat. Kali ini tanda air bergambar garuda besar di bagian depan di hilangkan

warna merah-putih masih mendominasi jersey tersebut, namun yang membedakan adalah di warna hijau yang kali ini menghiasi ujung lengan dan juga bagian bawah kaos dan ditambah estetika desain garis-garis gelap yang menghiasi seluruh kaos. Jika pada 2010 bagian leher modelnya v-neck, versi 2012 lebih cenderung bulat.

Sejarah tak terlupakan Timnas Indonesia tahun 2012

Tahun 2012 Timnas Indonesia berada di dalam masa-masa kelam Sepakbola sepanjang sejarah karena terjadi Dualisme kepengurusan PSSI yang berimbas besar kepada Timnasional Indonesia kala itu. Timnas Indonesiapun sempat mengalam dualisme juga karena ada Timnas PSSI Djohar Arifin  dan Timnas KPSI Pimpinan La Nyala Mataliti.

Piala AFF 2012, di MalaysiaTimnas Indonesia memperoleh hasil yang cukup buruk karena gagal lolos babak penyisihan grub. Saat itu Timnas Indonesia di wakili Timnas PSSI pimpinan Djohar Arifin dan Timnas Indonesia dibentuk tidak dari pemain-pemain terbaik yang ada di Indonesia, karena Pemain-pemain asal klub Indonesia Super League (ISL) melakukan aksi boikot sebab takut ancaman diputus kontrak oleh klubnya yang ikut PSSI versi La Nyala Mataliti.

KPSI yang merupakan PSSI versi KLB Ancol pimpinan La Nyalla Mattalitti, tidak bisa mengirimkan skuat ke Piala AFF 2012, karena AFF memutuskan tim versi Djohar Arifin yang sah saat itu.

Hanya Bambang Pamungkas (Persija Jakarta) dan Oktovianus Maniani (Persiram Raja Ampat) yang datang memenuhi panggilan.

PSSI saat itu juga mendatangkan pemain naturalisasi, seperti Raphael Maitimo, Tonnie Cussel, dan Jhon van Beukering, yang sayangnya performanya mereka ternyata di bawah ekspetasi.Timnas Indonesia saat itu mayoritas di isi dari klub-klub Indonesia Premier League (IPL). Timnas berangkat ke Malaysia bermaterikan pemain dari Liga IPL, dengan menunjuk pelatih Nilmaizar.

Walaupun Timnas Indonesia mampu memperlihatkan sebuah titik balik yang bagus dengan meraih kemenangan tipis 1- 0 atas Singapura, melalui gol cantik Andik Vermansah lewat tendangan bebas tajam dari jarak jauh.

Sebenarnya Timnas hanya butuhkan hasil seri di pertandingan terakhir melawan Malaysia untuk bisa lolos ke semifinal. Namun sayang Timnas kalah 0 -2 dari Malaysia di pertandingan ketiga babak penyisihan Grup B yang berlangsung di Stadion Bukit Jalil.

Hasil tersebut menjadikan untuk kali kedua Indonesia gagal melangkah ke semifinal sejak Piala AFF digelar dari tahun 1996. Sebelumnya, Indonesia pernah bernasib sama pada Piala AFF tahun 2007.

DaftarSkuat pemain Timnas di Piala AFF 2012:

Kiper: Endra Prasetya (Persebaya), Wahyu Tri Nugroho (Persiba Bantul)

Belakang: Nopendi (Persiba Bantul), Wahyu Wijiastanto (Persiba Bantul), Handi
Ramdan (Persija IPL), Fakhrudin (PSS Sleman), Valentino Telaubun
(Bontang FC), Novan Setia Sasongko (Semen Padang), Arthur Irawan
(Espanyol B)

Tengah: Elie Aiboy (Semen Padang), Taufik (Persebaya), Andik Vermansyah
(Persebaya), Vendri Mofu (Semen Padang), Cornelis Gedi (Persija IPL),
Rasyid (PSM Makassar), Irfan Bachdim (Persebaya), Oktavianus Maniani
(Persiram), Tonnie Cussel (GVVV Veenendaal)

Depan: M Rahmad (PSM), Syamsul Arief (Persibo), Bambang Pamungkas (Persija
ISL), Johny Van Beukering (Presikhaaf)

5. Jersey Timnas Indonesia Tahun 2014
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2014
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2014
Desain jersey timnas Indonesia tahun 2014 berdesain minimalis dan kembali dengan model kerah V-neck, namun untuk jersey awaynya yang warna putih. Aksen hijau di lengan masih dipertahankan, dan ditambah pada bagian bahu, khusu untuk di jersey homenya warna merah.

Masih sama seperti desain jersey tahun 2010, lambang garuda juga dikelilingi dengan lingkaran untuk mempertegas dan juga mempertajam desain. Material utama seragam tersebut tetap menggunakan teknologi Dri-Fit. Teknologi itu digunakan untuk meningkatkan kinerja serta kemampuan bernafas dan aliran udara di sepanjang kulit para pemain.

Tahun 2014 jersey timnas terdapat Identitas khusus di bagian punggung belakang leher bertuliskan "Bhineka Tunggal Ika" .

Jika sebelumnya dirangkai seperti berbentuk lingkaran, kali ini tulisan "Bhineka Tunggal Ika" berada dalam cetakan berbentuk segitiga terbalik.

Warna hijau di bagian bawah seragam dihilangkan. Warna hijau ada di bagian pundak. . Desain warna hijau di lengan bawah kanan dan kiri dihiasi dengan setrip putih.

Sejarah tak terlupakan Timnas Indonesia tahun 2014

Piala AFF 2014 jadi kisah tidak menyenangkan lainnya bagi Indonesia.  Timnas Indonesia, di tahun ini Timnas gagal lolos ke semifinal, hingga mengukir sejarah buruk dimana Indonesia untuk ketiga kalinya gagal lolos ke semifinal di turnamenpiala AFF.

Timnas AFF 2014 adalah korban ke ambisiusan PSSI melalui BTN (Badan Tim Nasional) yang kala itu dipimpin La Nyalla Mattalitti, seusai selesai permasalahan dualisme di kubu PSSI.

Tahun 2014 Kembali Alfred menjadi pelatih Timnas setelah momen pertama di Piala AFF 2010 (membawa Indonesia jadi runner-up). Alfred Riedl tidak memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan timnas di Piala AFF 2014. Imbasnya, seluruh pemain baru bisa berkumpul satu pekan jelang keberangkatan ke Hanoi atau tiga hari sebelum kick-off penyisihan Grup A yang dihuni Indonesia bersama Filipina, Laos, dan tim tuan rumah Vietnam.

Minimnya waktu berlatih bersama dalam pemusatan latihan jadi salah satu faktor utama kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2014. Satu lagi adalah buruknya kondisi fisik dan stamina (kebugaran) pemain untuk bermain dalam turnamen dengan jadwal ketat seperti Piala AFF. Hal itu karena pemain sudah bertarung habis-habisan bersama klub masing-masing dan tidak memiliki waktu jeda ideal.

Piala AFF 2014 adalah debut perdana Evan Dimas di Timnas Senior dengan berstatus sebagai pemain termuda di tim saat itu, ( 19 tahun ), Meski jadi yang termuda, Evan tidak terlihat grogi bermain bersama para seniornya dan mengemban tugas tak ringan sebagai gelandang pengangkut air.

Pada pertandingan terakhir di penyisihan grup, Evan menyumbang satu gol untuk mengantar Timnas Indonesia memetik kemenangan 5-1. Namun, sumbangan satu gol itu tetap tak mampu membawa Indonesia melaju ke semifinal. Piala AFF 2014 akhirnya dimenangi Thailand yang mengalahkan Malaysia di partai final

Daftar Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2014

Kiper: Kurnia Meiga, I Made Wirawan, Dian Agus Prasetyo

Belakang: Zulkifli Syukur, Victor Igbonefo, Achmad Jufriyanto, M. Roby, Supardi Nasir, Fachrudin Wahyudi Aryanto

Tengah: Ramdani Lestaluhu, Evan Dimas, Raphael Maitimo, Rizky Pora, Imanuel Wanggai, Firman Utina, Zulham Zamrun, M. Ridwan, Hariono, Manahati Lestusen

Depan: Boaz Solossa, Cristian Gonzales, Samsul Arif, Sergio van Dijk

Pelatih : Alfred Riedl

Baca juga 
TAHUN 2015 FIFA RESMI BANNED SEPAKBOLA INDONESIA

Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2014 membuat Presiden Jokowi geram dan melalui Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi , Pemerintah membentuk tim investigasi hingga akhirnya aktivitas PSSI di ambil alih oleh pemerintah Indonesia. Karena hal tersebut Badan tertinggi sepak bola dunia, FIFA, secara resmi menjatuhkan sanksi kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)  dan imbasnya timnas Indonesia tidak bisa ikut dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2018 dan Piala Asia 2019 atau pertandingan - pertandingan lain dibawah FIFA. Namun FIFA mengizinkan tim nasional Indonesia U-23 tampil di SEA Games Singapura karena event dua tahunan tersebut sudah dimulai.

Klub Persipura Jayapura yang mewakili Indonesia juga dipastikan tidak bisa melanjutkan penampilan mereka di ajang AFC Cup 2015. Namun meskipun demikian, tim "Mutiara Hitam" tetap bangga karena tersingkir tanpa pernah mengalami kekalahan. Demikian semoga bermanfaat. #rindujuara #siapakita #cayoindonesia