Turut Berduka atas meninggalnya pendaki asal pekalongan di semeru

Turut berduka Cita yang sedalam - dalamnya atas meninggalnya pendaki asal Pekalongan di semeru. Zimam Arofik pendaki gunung semeru asal Pekalongan, Jawa tengah , meninggal saat mendaki Gunung Semeru 3.676 mdpl .Pendaki asal pekalongan yang belamatkan di Jalan WR Supratman 123 RT 005/RW 012 Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, tersebut meninggal di Pos Kalimati gunung semeru, saat melakukan pendakian  Gunung Semeru," menurut  Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Antong Rabu (14/9).

gunung semeru mahameru

Korban bersama enam pendaki lainya yang juga berasal dari kota Pekalongan melakukan pendakian ke gunung semeru yang merupakan gunung tertinggi Pulau Jawa dengan puncaknya Mahameru, pada hari Sabtu (10/9) dan tercatat  melakukan pendaftaran  di Pos Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang jawa timur dengan persyaratan - persyaratan lengkap, termasuk juga menyertakan surat keterangan dokter.

“Menurut keterangan teman korban, mereka berangkat dari Pos Ranupani pada tanggal 10 September  sekitar pukul 5 sore,  tiba di Ranu Kumbolo sekitar pukul 10 malam ," tuturnya.
Kemudian Pada hari Minggunya , menyusul satu orang dari rombongan pendaki asal Pekalongan tersebut  ke Ranu Kumbolo dan pada saat itu korban masih beraktivitas normal seperti biasa, namun korban sempat mengeluh sakit kepala dan lainya pada pukul 23.00 WIB.

"Pada Keesokan harinya rombongan tersebut melanjutkan perjalanan dari danau ranukumbolo menuju  Pos Kalimati yang merupakan batas terakhir dari pendakian Gunung Semeru  3.676 mdpl . Kemudian para pendaki mendirikan tenda di pos kalimati. Korban juga masih mengonsumsi makanan dan istirahat," tuturnya.

Sesuai dengan rekomendasi TNBTS, pendakian Gunung Semeru hanya dibatasi sampai di Pos Kalimati, sehingga dilarang keras naik ke puncak Mahameru karena memang sangat berbahaya. Sehingga segala asuransi kecelakaan dll hanya sampai pos Kalimati.

Pada waktu itu di pos kalimati memang cuaca sedang buruk dan sempat hujan deras “Jadi gini mas, waktu mau nyampek Kalimati itu, kita rencananya mau naik semua ke puncak. Lalu dia bilang gak enak badan, ya sudah dia kami suruh tinggal ditenda. Terus kita naik,” ujar Rifki, rekan korban

Ketika rekan-rekanyanya kemabali, kondisi korban semakin memburuk. “Pada saat kita pulang itu, tenda itu basah. Saat kita selesai packing mau pulang ternyata dia gak kuat jalan, ya sudah akhirnya kita bagi menjadi 2 tim. Tiga teman yang besok mau masuk kerja suruh lapor siang itu. Kita kan ada harapan nanti sore bisa datang jemputan itu. Ternyata sampai sore belum datang-datang jemputan, bahkan sampai malam,” tuturnya dikutip dari WartaBromo.

Dikutip dari halaman regional kompas.com karena kondisi sedang hujan sehingga tim evakuasi dari BB TNBTS tidak sanggup untuk melakukan pertolongan."Ketika itu sudah malam, hujan, jadi tim evakuasi tidak berani menindaklanjuti," ungkap Antong.Lalu keesokan harinya, Rabu (14/9/2016) pagi, tim evakuasi berangkat. Sayang, saat tim sampai di lokasi, korban sudah meninggal dunia. "Saat ini korban sudah di bawa ke RSUD Lumajang untuk pembuatan visum," imbuh Antong.

Terimakasih telah membaca artikel √ Turut Berduka atas meninggalnya pendaki asal pekalongan di semeru. Silahkan boleh di Share | Cayo Indonesia.
Smile Reaction