Oktober 15, 2016

Soe Hok Gie dari semeru kata mutiara hingga film

Soe Hok Gie dari semeru kata mutiara hingga film. Soe Hok Gie adalah inspirasi pemuda indonesia dan tak akan pernah habis kisahnya untuk ditulis ulang dan dibaca berkali - kali. Hok Gie merupakan aktivis kampus, Soe Hok Gie ini sosok mahasiswa yang sangat rajin belajar, tekun dan gemar baca buku-buku. Dalam keseharian Gie sebagai anak kampus, dia juga gemar melakukan aktifitas naik gunung. Sebagai lelaki normal Gie juga berpacaran layaknya kebanyakan mahasiswa.

Di dalam dunia perkuliahan Soe Hok Gie masuk dalam kategori mahasiswa Akademis dan juga Aktivis. Ia  mampu mengakomodir dan menyeimbangkan keduanya, aktivis kampus namun dia tekun belajar  untuk mengasah pola berpikir yang kritis.

Mahasiswa jenis Akademis dan Aktivis berprinsip bagaimana mungkin bisa tajam mengkritisi pemerintah kalau isi kepala kosong ilmu dan minim wawasan yang luas? Wawasan yang luas dan ilmu tentang kehidupan bukan hanya diperoleh di bangku kuliah saja, akan tetapi juga bisa dengan cara baca banyak buku dan  terjun langsug bersosialisasi dalam kehidupan bersosial dan bermasyarakat.

Pada tahun 1965 Soe Hok Gie mendirikan suatu organisasi di kalangan mahasiswa yaitu MAPALA ( Mahasiswa Pecinta Alam), nama organisasi MAPALA yang didirikan oleh So Hok Gie  ini pun sudah besar dan mungkin saja di setiap kampus di indonesia sudah mempunyai organisasi MAPALA.

Soe Hok Gie menerbitkan buku harianya yang berjudul "Catatan Seorang Demonstran" di tahun 1963 yang berisi opini dan juga pengalamannya terhadap aksi demokrasi, buku harianya pun menjadi inspirasi untuk sebuah film, pada tahun 2005 yang berjudul "GIE", Soe Hok Gie memang Pemuda indonesia yang sangat memiliki pemikiran-pemikiran bijak.

Lewat penggambaranya sebagai mahasiswa pada era orde lama, Membaca buku karya Hoe Gie ini dapat membawa kita untuk menyelami kehidupan rakyat Indonesia pada masa itu.

Dalam catatan pendakianya, pucak Mahameru gunung semeru adalah merupakan puncak terahir yang di daki Hok Gie, Dia meninggal di gunung Semeru tahun 1969 tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 disebabkan karena menghirup asap beracun yang keluar dari puncak mahameru. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis.

Pada tanggal 24 Desember 1969 Gie dimakamkan di pemakaman Menteng Pulo, namun dua hari kemudian jasadnya dipindahkan ke Pekuburan Kober, Tanah Abang. Tahun 1975 Ali Sadikin membongkar Pekuburan Kober sehingga jasadnya harus dipindahkan lagi, namun keluarganya menolak dan teman-temannya sempat ingat bahwa jika dia meninggal ingin jasadnya dibakar dan abunya disebarkan di gunung. Dengan pertimbangan itulah akhirnya tulang belulang Gie dikremasi dan abunya disebar di puncak Gunung Pangrango.

Hok Gie memang pergi meninggalkan Kita di usia muda, namun akan tetapi ia akan tetap hidup di hati banyak orang hingga kini. Soe Hok Gie adalah contoh model ideal bagi setiap generasi muda Indonesia, khususnya mahasiswa untuk menilai diri mereka secara jujur. Apa yang telah mereka lakukan untuk bangsa ini.


Kata- kata Mutiara Soe Hok Gie
  • Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah
  • Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis
  • Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi
  • Saya memutuskan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan
  • Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun
  • Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada? Apakah tanpa kesedihan, tanpa pengkhianatan, sejarah tidak akan lahir?
  • Dan seorang pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi
  • Tapi sekarang aku berpikir, sampai di mana seseorang masih tetap wajar, walau ia sendiri tidak mendapatkan apa-apa. Seseorang mau berkorban buat sesuatu, katakanlah, ide-ide, agama, politik atau pacarnya. Tapi dapatkah ia berkorban buat tidak apa-apa?
  • Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau
  • Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda
  • Makhluk kecil, kembalilah dari tiada menuju tiada. berbahagialah dalam ketiadaanmu
  • Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi “manusia-manusia yang biasa”. Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia
  • Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah: Who am I? Saya telah menjawab bahwa saya adalah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa tapi seorang yang ingin mencanangkan kebenaran. Dan saya bersedia menghadapi ketidak-populeran, karena ada suatu yang lebih besar: kebenaran
  • Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun
  • Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah
  • Potonglah kaki tangan seseorang lalu masukkan di tempat 2 x 3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia
  • I’m not an idealist anymore, I’m a bitter realist
  • Bagi saya KEBENARAN biarpun bagaimana sakitnya lebih baik daripada kemunafikan. Dan kita tak usah merasa malu dengan kekurangan-kekurangan kita
  • Saya tak mau jadi pohon bambu, saya mau jadi pohon oak yang berani menentang angin
  • Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan
  • Dunia itu seluas langkah kaki, Jelajahilah dan jangan pernah takut melangkah.Hanya dengan itu kita bisa mengerti kehidupan dan menyatu denganya
  • Orang yang berani karena bersenjata adalah pengecut
  • Realitas - realitas baru inilah yang menghadapi pemuda-pemuda Indonesia yang penuh dengan idealisme. Dia hanya punya dua pilihan. Yang pertama, tetap bertahan dengan cita-cita idealisme. Menjadi manusia-manusia yang non-kompromistis. Orang-orang dengan aneh dan kasihan akan melihat mereka sambil geleng-geleng kepala. “Dia pandai dan jujur, tetapi sayangnya kakinya tidak menginjak tanah
  • Ada pun yang ditempuh, semua jalan berakhir dengan frustrasi. Yang satu bagai merasa Don Kisot melawan kincir angin, yang lain merasa sebagai pilot yang tidak pernah terbang.

Nonton Film Gie Nicholas Saputra Full Movie

Film Gie disutradarai Riri Riza dan dirilis pada tahun 2005 ini mengisahkan tentang perjalanan hidup tokoh aktivis Soe Hok Gie.


Data lengkap tentang Film Gie  2015
  • Sutradara Riri Riza
  • Produser Mira Lesmana
  • Penulis  Riri Riza
Para Pemain Film Gie : Nicholas Saputra, Wulan Guritno, Indra Birowo, Lukman Sardi, Sita Nursanti, Thomas Nawilis, Jonathan Mulia, Christian Audy, Donny Alamsyah, Robby Tumewu, Tutie Kirana,  Gino Korompis,  Surya Saputra, Happy Salma.

Artikel terkait kata - kata bijak mutiara pendakian gunung 

File pdf Buku Soe Hok Gie
gambar Buku Download buku Soe Hok Gie berjudul dibawah lentera merah
Silahkan Download Buku ebook Soe Hok Gie berjudul "dibawah lentera merah" sebanyak 73 halaman Via google drive.
Demikian semoga bermanfaat , jika ada salah kata ataupun penulisan, Saya selaku admin blog ini mohon maaf yang sebesar - besarnya.
            
Terimakasih telah membaca artikel Soe Hok Gie dari semeru kata mutiara hingga film. Semoga bermanfaat | Ayo Share dan sebarkan.