Oktober 17, 2016

Top 5 Buku Satra Klasik Indonesia

Sastra adalah berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman" kata serapan dari bahasa Sanskerta. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Berikut adalah Top 5 Buku Satra Klasik Indonesia.

Top 5 Buku Satra Klasik Indonesia

1. Bumi Manusia (Karya Pramoedya Ananta Toer, 1975)


gambar Buku Bumi Manusia (Karya Pramoedya Ananta Toer, 1975)

Menurut sumber dari artikel ini bahwa buku Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer ini dibaca oleh 8 dari 10 kaum pelajar dan akademisi di negeri Belanda. Bagi sebagian besar penikmat sastra di indonesia, bahwa buku ini seringkali dianggap sebagai karya sastra terbesar yang pernah dimiliki oleh bangsa Indonesia. Buku yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer, menghabiskan hampir setengah masa hidupnya di penjara dalam status tahanan (total 37 tahun termasuk masa tahanan kolonial, tahanan politik, tahanan rumah, dan tahanan kota).

Beliau adalah seorang sastrawan besar Indonesia yang pernah ada .Tidak hanya di negeri sendirim bahwan  di dunia internasional,  Pram dipandang sebagai salah satu sastrawan besar dunia . Puluhan gelar dan pengahargaan internasional pernah dia dapat. Pramoedya Ananta Toer sebagai satu-satunya orang Indonesia yang beberapa kali masuk nominasi penghargaan Nobel Prize for Literature.

Bumi Manusia merupakan buku pertama dari Tetralogi Pulau Buru yang berkisah tentang pertentangan batin yang dialami seorang intelektual Indonesia pada masa pra-kemerdekaan bernama Minke (tokoh personifikasi dari RM Tirto Adisuryo). Bersama dengan Minke kita sebagai pembaca diajak untuk mendalami dan mengalami langsung serta terlibat dalam masa perjuangan pra-kemerdekaan Indonesia.  Tentang pandangannya terhadap pendidikan serta bagaimana pendidikaN dapat merubah derajat manusia dan juga nasib bangsanya.

Naskah cerita buku ini dibuat pada masa Pram diasingkan di penjara Pulau Buru. Setelah naskah ini berkali-kali disembunyikan, hingga kejar-kejaran dengan sipir penjara , sampai pernah dikubur di dalam tanah, disita, kenudian ditulis ulang kembali. Naskah tulis dengan mengambil cerita dari mulut ke mulut oleh kawan-kawan Pram di penjara. Ada juga sebagian dari naskahnya yang diselundupkan ke luar negeri (Australia) sampai hingga pada akhirnya berhasil diterbitkan dalam bahasa Inggris dan juga Indonesia pada tahun 1975. Buku ini bisa dibilang sebagai buku Indonesia yang paling powerful yang pernah dibuat oleh anak bangsa.

2. Madilog (Karya Tan Malaka, 1946)

gambar buku Madilog (Karya Tan Malaka, 1946)

Tan Malaka adalah orang pertama yang menulis konsep Republik Indonesia pada sebuah buku berjudul Naar de Republiek Indonesia pada tahun 1925. Buku Madilog  pernah dibaca oleh Bapak Proklamator kita, Ir.Soekarno dan menjadi salah satu inspirasi bagi kaum muda yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia pada masa - masa itu. Bagi sebagian kaum akademisi dan juga intelektual, Tan Malaka telah dianggap sebagai the true founding father of Indonesia.  Muhammad Yamin yang menjuluki Tan Malaka sebagai "Bapak Republik Indonesia".

Karena pergulatan politik di masa lalu, Tan Malaka diusir dari Indonesia, kemudian dia pergi keliling dunia dengan menyamarkan identitasnya agar tidak  di ketahui polisi internasional, hingga sampai akhirnya dia ditembak mati oleh Tentara Republik yang didirikannya.

Sangat ironi dan tragisnya, nama Tan Malaka  dikucilkan dari Sejarah Indonesia dan bukunya dilarang keras beredar selama puluhan tahun lamanya. Salah satu buku beliau yang paling fenomenal adalah MADILOG, yang merupakan singkatan dari Materialisme-Dialektika-Logika.
Dalam buku Tan Malaka ada pesan yang ingin disampaikan kepada bangsa ini,  kepada kita semua sebagai generasi penerus bangsa .

Beliau mengajak kita semua untuk selalu berpikir dengan menggunakan logika, berdialektika dengan cara berpikir yang rasional, terstruktur, dan selalu mengacu pada bukti sebelum akhirnya sampai pada kesimpulan.

Pesan inilah yang terlupakan dari founding father Indonesia kepada kita semua yang telah mewarisi negara yang dia bangun dengan segala pemikiran, perjuangan, dan bahkan dengan darah dan juga nyawanya sendiri.

Buku ini memang bukan buku yang mudah untuk dibaca, karena bahasa yang digunakan adalah bahasa jadul tempoe doelu. Pada jaman itu memang konsep tulisan berbahasa hampir tidak ada satu pun yang mudah untuk dicerna oleh kita yang hidup di era modern seperti sekarang. Namun akan tetapi tetap saja kita semua wajib untuk memahami cita-cita luhur dari pendiri bangsa ini. Mereka telah berjuang dan berkontribusi besar membangun bangsa Indonesia yang besar ini.

3. Arus Balik ( Karya Pramoedya Ananta Toer, 1995)

gambar buku Arus Balik ( Karya Pramoedya Ananta Toer, 1995)

Di dunia ini hampir setiap negara besar memiliki Sejarah klasik yang mereka banggakan, Negara Italy dengan masa kejayaan Roma yang sangat besar, Mesir dengan banyaknya sejarah kebudayaan yang telah ada dari ribuan tahun yang lalu dalam bentuk piramidanya, China dengan sejarahnya yang sangat kompleks didalam pergolakan antar dinasti, kemudian Jepang ,belum lagi Sejarah klasik Indiadan masih banyak lagi Sejarah –sejarah klasik di dunia.

Sejarah Klasik Indonesia dari sudut pandang lain, kisah dibalik pergolakan berdiri dan runtuhnya kekuasaan di bumi Nusantara ini nggak kalah serunya dengan sejarah klasik di negara lain. Sejarah pada masa jayanya Majapahit, Nusantara merupakan kesatuan maritim dan kerajaan laut terbesar di antara bangsa-bangsa beradab di seantero muka bumi ini.

Dalam buku ini, Pram sebagai salah satu sastrawan terbesar Indonesia akan mendobrak semua paradigma tentang sejarah Indonesia yang ruwet, yang mungkin sering dibilang bahwa sejarah indonesia tidak menarik dan membosankan oleh kebanyakan kaum pelajar di indonesia .
Mempelajari sejarah lewat buku ini akan membawa pada era yang betul-betul menjadi titik nadir yang menentukan sejarah bangsa Indonesia, yaitu pada masa kejayaan dan runtuhnya Majapahit sampai mulai masuknya penjajah Eropa ke Indonesia.

Ditulis dengan narasi yang betul-betul bisa membius pembacanya untuk kembali dengan mesin waktu mengarungi dan merasakan kejayaan Nusantara  pada masa lampau. Bagi sebagian penikmat sastra, banyak yang bilang bahwa buku ini merupakan karya sastra terbesar Indonesia. Buku ini juga dianggap mengalahkan Tetralogi Pulau Buru. Pada saat ini buku Arus Balik yang cetakan aslinya sudah lama berhenti beredar dan sekarang buku Arus Balik cetakan aseli ini bisa dikatakan sudah menjadi buku langka.

4. Catatan Seorang Demonstran (Oleh Soe Hok Gie, 1983)


gambar buku Catatan Seorang Demonstran (Oleh Soe Hok Gie, 1983)

Ketika Gie masih duduk di bangku SMA, dia sudah membaca dan memahami begitu banyak buku sastra, filsafat, dan juga sejarah level dunia. Soe Hok Gie merupakan sosok legenda bagi kalangan mahasiswa dan kaum intelektual muda Indonesia yang akan tetap hidup dari generasi ke generasi.

Buku ini adalah potret dari kehidupan seorang idealis yang tetap berpegang teguh dan konsisten pada prinsipnya dari awal hingga akhirnya hayatnya. Sebuah catatan harian dari seorang aktivis mahasiswa tahun 60an yang berani bersuara lantang di negeri ini.

Soe Hok Gie adalah seorang model hidup tentang konsep anak muda Indonesia yang cerdas , sangat luar biasa beraninya, dengan prinsip – prinsip dan integritas, sekaligus mau peduli dan berjuang secara konsisten untuk kemajuan bangsanya sendiri.

Sampai kapanpun Gie akan tetap menjadi inspirasi kaum muda indonesia yang akan melahirkan calon – calon intelektual muda untuk indonesia sekarang ataupun  pada nantinya tatkala negeri krisis sosok pemimpin yang berani , lugas dan jujur serta berani membela kaum lemah.

5. Burung-Burung Manyar (Oleh Y.B Mangunwijaya, 1981)

gambar buku Burung-Burung Manyar (Oleh Y.B Mangunwijaya, 1981)

Buku ini merupakan sebuah potret gambaran Indonesia pada masa jaman peralihan. Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Akan tetapi moment kemerdekaan tersebut pada waktu itu tidaklah langsung diketahui oleh seluruh rakyat indonesia dari Sabang hingga Merauke Kemerdekaan Indonesia tidaklah seperti sekarang yang penuh dengan keriuhan dan juga kemeriahan, dengan pawai , karnaval dan juga sambutan gegap gempita Masyarakatnya layaknya merayakan kesebelasan mereka yang juara.

Kemerdekaan Indonesia kala itu memang disambut dengan suka cita dan semangat, namun dengan rasa was-was, karena meski indonesia sudah merdeka, namun masih banyak orang di Indonesia yang tidak tahu bahwa tanah yang pijaknya sudah bernama Indonesia. Masih banyak lapisan masyarakat yang masih belum tau, belum bisa, belum mengerti dan tidak siap menerima identitas baru mereka rakyat indonesia  yang merdeka.

Indonesia pada masa - masa peralihan merupakan sebuah babak baru yang penuh dengan pergulatan identitas. Indonesia "dijajah" Belanda selama 350 tahun, atau mungkin bisa lebih tepatnya.

Rakyat Indonesia pada saat itu sudah terbiasa hidup bersama dengan Belanda selama 3 abad lebih. Hingga sampai Indonesia merdeka ada orang belanda tapi pro Indonesia, dan sebaliknya ada orang indonesia tapi pro-Belanda. Terlepas dari semua itu, Romo Mangun telah berhasil menulis sebuah kisah Sejarah di masa-masa awal kelahiran bangsa ini dengan sungguh sangat mengesankan, begitu detail, sarat dengan situasi yang dilematis, serta mengajak kita untuk banyak mempertanyakan identitas kita, tujuan hidup kita, dan pastinya dalam memaknai arti sebuah kemanusiaan dan juga kemerdekaan yang sesungguhnya.

Itulah top 5 buku sastra klasik Indonesia yang layak disejajarkan dengan karya besar sastra klasik dunia. Terimakasih semoga bermanfaat.