Mengenal Desa Wisata Kampung Gerabah Wonorejo Pekalongan

Mengenal Desa Wisata Kampung Gerabah Desa Wonorejo, Wonopringgo,  Kabupaten Pekalongan. Gerabah adalah merupakan benda yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk dengan sedemikian rupa dan kemudian dibakar dalam suhu tinggi sehingga menghasilkan alat-alat yang berguna seperti Piring, Kendi, Tempayan, Anglo, Kuali, Celengan, Pot bunga, hiasan dan lain sebagainya.

Gerabah diperkirakan telah ada sejak masa pra sejarah, tepatnya setelah manusia hidup menetap dan mulai bercocok tanam. Situs-situs arkeologi di indonesia, telah menemukan banyak jenis gerabah / tembikar yang berfungsi sebagai alat perkakas rumah tangga atau keperluan religius seperti upacara dan pemakaman.

Gerabah / tembikar yang paling sederhana dibentuk dengan hanya menggunkan tangan, yang bercirikan adonanya kasar dan pada bagian pecahannya dipenuhi oleh  bekas tangan (sidik jari), selain itu bentuknya juga terkadang tidak simetris. Gerabah yang lebih modern Selain dibuat dengan teknik tangan, tembikar / gerabah dibuat dengan menggunakan tatap batu dan roda putar.

Kampung Gerabah
Kampung Gerabah
Mengenal Desa Wisata Kampung Gerabah Wonorejo, Kecamatan Wonopringgo, Kab. Pekalongan, Jawa Tengah. 

Di kabupaten Pekalongan ada sebuah desa yang terkenal dengan sebutan desa perajin gerabah. Dahulu, hampir semua warga Desa Wonorejo Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan, Hampir Warganya menggeluti usaha kerajinan gerabah. Namun sekarang, jumlah perajin di desa yang sempat  terkenal dan menyandang sebutan dengan sentra produksi gerabah terbesar di Jateng itu hanya tersisa sedikit saja.

Produksi gerabah di Desa Wonorejo Kecamatan Wonoppringgo Kabupaten Pekalongan semakin hari semakin  memprihatinkan. Karena memang Sangat sedikit generasi muda yang mau meneruskan kerajinan ini, dan membuat keberadaan gerabah di Desa Wonorejo nyaris punah.

Padahal, Kabupaten Pekalongan pernah dikenal sebagai sentra penghasil gerabah terbesar di Jawa Tengah. Bahkan, berkat kerajinan yang berbahan dasar tanah liat inilah, Desa Wonorejo menjadi terkenal dan sering menjadikan rujukan warga daerah lain untuk menimba ilmu maupun membeli gerabah.

Dahulu, penduduk di kampung tersebut hampir seluruhnya merupakan perajin dan memiliki keterampilan membuat gerabah. Gerabah yang diproduksi pun bermacam-macam, mulai dari pembuat teko, cobek tanah, kendi, mangkuk, pot bunga, mainan anak, celengan, dan yang lainya. kesemuanya terbuat dari bahan tanah liat.

Tapi sayang, sentra produksi gerabah terbesar di Kota Santri ini, lama kelamaan hanya menyisakan sedikit perajin saja. Itu pun merupakan para perajin lama yang masih bertahan, dan mayoritas sudah berusia lanjut.

Usaha gerabah di Desa Wonorejo Kecamatan Wonoppringgo Kabupaten Pekalongan ini memang merupakan warisan dari nenek moyangnya secara turun temurun. Tapi, karena tidak ada lagi generasi  muda penerus kerajinan gerabah ,usaha kerajinan itu terancam punah.

Generasi muda sekarang tidak berminat pada kerajinan gerabah karena terdapat beberapa alasan. Mulai dari gengsi, serta menganggap jika usaha tersebut tidak menjanjikan. Namun sebenarnya jika dikelola dengan manajemen yang baik, usaha pembuatan gerabah cukup menjanjikan. Membuat sebuah gerabah yang paling gampang, semisal kendi, hanya membutuhkan waktu lima menit saja.

Misal saja, dengan asumsi satu buah kendi bisa dijual dengan harga Rp 3 ribu, hingga Rp 5 ribu. Setidaknya dalam sehari bisa diproduksi sebanyak 50 buah, dengan modal bahan baku hanya Rp 6 ribu per karung.

Memang, tak dapat dipungkiri kalau pembuatan kerajinan gerabah ini butuh ketelitian. Mulai dari membuat adonan, membentuk pola, hingga masuk proses oven, harus dikerjakan secara teliti.

Dalam pembuatan kerajinan gerabah terdapat banyak kendala yang harus dihadapi para perajin. Kendala tersebut mulai dari minimnya modal, proses pembuatan yang cukup menguras kesabaran, hingga minimnya perhatian pemerintah terhadap usaha yang digeluti warga Desa Wonorejo Kecamatan Wonoppringgo tersebut. Seperti penuturan Wahyuti (74), perajin gerabah Desa Wonorejo Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan, dikutip dari halaman radar pekalongan.

Artikel terkait  [ Sekolah Alam Pertama di Pekalongan ]

Desa Wisata Kampung Gerabah Wonorejo Wonopringgo Pekalongan 

pelatihan inovasi gerabah
pelatihan inovasi gerabah 

Sekarang atas perananan generasi muda lewat Karang Taruna Hasta Karya, Desa Wonorejo, dengan mengusung tema "Lestarikan warisan budaya, untuk kemajuan bangsa", nampaknya Mereka ingin membangkitkan kembali gairah perajin gerabah di desa Wonorejo.

Karang Taruna Hasta Karya, Desa Wonorejo kini telah menciptakan Desa Wisata Kampung Gerabah yang bertujuan sebagai wahana edukasi juga pengenalan dan pembelajaran ketrampilan pembuatan gerabah untuk anak-anak sekolah mulai dari Paud, SD, SMP, hingga menengah umum dan Masyarakat luas. Kampung gerabah desa Wonorejo, Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ini terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar dan sekaligus mengenal kerajinan gerabah yang merupakan warisan budaya bangsa indonesia.

Desa Wisata Kampung Gerabah pekalongan
Desa Wisata Kampung Gerabah Wonorejo Pekalongan

Wisata Kampung Gerabah pekalongan
image source instagram @ infopekalongan

Kampung Gerabah pekalongan

pelatihan gerabah pekalongan

Mengenal Desa Wisata Kampung Gerabah Wonorejo Pekalongan

Desa Wisata Kampung Gerabah Desa Wonorejo ini, juga bertujuan untuk meningkatkan produksi gerabah bagi para pengrajin yang ada di Desa Wonorejo Kec.Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Tutur Ketua Karang Taruna Hasta Karya Desa Wonorejo Sigit Rohmatullah.

Ayo mari ajak generasi Kita untuk mengenal salah satu warisan budaya indonesia, yaitu kerajinan gerabah di Desa Wisata Kampung Gerabah Wonorejo Wonopringgo Pekalongan.


Demikian semoga bermanfaat. Source radar pekalongan, Instagram @pekalonganinfo

Terimakasih telah membaca artikel Mengenal Desa Wisata Kampung Gerabah Wonorejo Pekalongan . Silahkan boleh di Share.
ads

1. Silahkan berkomentar sesuai topik artikel
2. Komentar SPAM dengan link url ( mati / hidup ) tidak akan di publish
3. Terimakasih atas kunjunganya
EmoticonEmoticon