Sejarah Desain Jersey Timnas Indonesia sejak 2007 - 2018

Di setiap desain Jersey Timnas Indonesia selalu tersimpan sejarah yang tak terlupan bagi Saya, karena sejatinya timnas Indonesia adalah bagian dari perjalanan hidup Saya. Timnas Indonesia memang sudah lama tak berprestasi sejak terakhir kali meraih medali emas di ajang SEA Games 1991. Namun, sampai kapanpun, Saya masih tetap cinta dan bangga dengan Timnas Garuda. Berikut adalah kilas balik sejarah timnas Indonesia sejak tahun 2007 yang ada di ingatan Saya.

Sejarah Kiprah Timnas Indonesia

Tahun 2004 terahir kali desain jersey timnas Indonesia menggunakan pola tiga garis ikonik khas apparel adidas yang terpasang di bahu, karena sejak tahun 2007, perusahaan perlengkapan olahraga asal Amerika Serikat, Nike resmi menjalin kerjasama dengan PSSI untuk keperluan jersey Timnas Indonesia.

jersey timnas Indonesia 2004
jersey timnas Indonesia 2004 keluaran terakhir Adidas
Foto skuad timnas Indonesia saat pertandingan persahabatan vs australia setelah indonesia jadi runner up di piala tiger 2004 ( Sekarang Piala AFF ). Penampilan impresif timnas indonesia di piala tiger membuat australia penasaran ingin bertanding lawan timnas Indonesia.

Berdiri dari kanan ke kiri : Hendro Kartiko, Mauli Lessy, Ortizan Sollosa, Firmansyah, Ismed Sofyan, Hamka Hamzah

Jongkok dari kanan ke kiri : Ponaryo Astaman, Agus Indra, Samsul Bahri, Ilham Jaya Kusuma, Firman Utina

Pelatih : Peter White

Dari tahun 2007 hingga 2018 menjadi sponsor resmi untuk jersey timnas Indonesia, tercatat Nike telah 5 kali mengeluarkan desain baru untuk seragam tempur pasukan Garuda. Berikut ini adalah sejarah desain jersey timnas Indonesia dari tahun 2007 hingga 2018 keluaran Nike.

Evolusi desain jersey timnas Indonesia dari tahun 2007 - 2018 ( Keluaran Nike )

1. Jersey Timnas Indonesia Tahun 2007
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2007
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2007
Pertama kali bekerjasama dengan PSSI di tahun 2007, Nike merilis desain jersey baru untuk timnas Indonesia dengan memperkenalkan teknologi baru dry fit. Teknologi dry fit ini diklaim dapat dengan mudah menyerap keringat Pemain. Jersey dengan teknologi dry fit, menjadikan keringat yang sudah diserap tersebut lebih cepat diuapkan, sehingga selain mudah menyerap keringat juga membuat nyaman pemain.

Desainnya Jersey Timnas Indonesia tahun 2007 polos dengan dua garis putih miring di bawah bagian kiri. Lalu ada lambang garuda di dada kiri dan logo centang khas apparel Nike di dada kanan. Lambang garuda di dada dibuat tepat di atas jantung pemain, yang menunjukkan betap dekatnya Indonesia di hati, menunjukan bahwa para pemain Timnas berjuang sepenuhnya untuk negara dan bangsa ini.

Sejarah tak terlupakan Timnas Indonesia tahun 2007

Tahun 2007 Indonesia pertama kali menjadi tuan rumah Piala Asia bersama tiga negara Asean lainya. Dengan seragam kebanggan tahun 2007 ini, Saya masih ingat, dihadapan sekitar 60 ribu penonton, Tim Merah-Putih yang di asuh pelatih Ivan Kolev, sukses membungkan Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Indonesia menang 2-1 atas Bahrain melalui gol membelah lautan Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas.

Skuad Timnas Indonesia di Piala Asia 2007

Kiper: Jendry Pitoy (Persipura), Marcus Horison (PSMS) dan Feri Rotinsulu (Sriwijaya FC).

Belakang: Supardi (PSMS), Ricardo Salampessy (Persipura), Firmansyah (Sriwijaya FC), Charis Yulianto (Sriwijaya FC), Hary Saputra (Persis), Maman Abdurrachman (PSIS), M. Ridwan (PSIS), Erol Iba (Persik).

Tengah: Ponaryo Astaman (Arema), Firman Utina (Persita), Ismed Sofyan (Persija), Mahyadi Panggabean (PSMS), Eka Ramdhani (Persib), Syamsul Bachri Chaerudin (PSM) dan Atep (Persija).

Depan: Ellie Aiboy (Arema), Bambang Pamungkas (Persija), Budi Sudarsono (Persik), Zaenal Arief (Persib), Rahmat Rivai (Persiter).

Cadangan: Achmad Kurniawan (Arema), Aris Budi Prasetyo (Persik), Bayu Sutha (Persib), Achmad Amiruddin (PSM), Achmad Jufriyanto (Persita), Legimin Raharjo (PSMS), Irsyad Aras (PSM).

Pelatih : Ivan Kolev

2. Jersey Timnas Indonesia Tahun 2008
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2008
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2008
Di tahun 2008, Nike kembali merilis jersey untuk timnas Indonesia. Seragam tempur timnas di tahun 2008 menggunakan bahan ramah lingkungan, yaitu berasal botol plastik air minum mineral yang didaur ulang.

Jersey timnas tahun 2008 masih mirip dengan desain pada jersey tahun 2007, namun hanya saja kali ini ada dua garis putih berdiri di bawah, dan ditambah pula lambang sayap emas di bagian leher belakangnya.

Logo sayap berwarna emas yang ada di belakang tersebut untuk mengingatkan pemain, bahwa mereka harus bangga sudah terpilih di antara sekian banyak pemain sepak bola di Indonesia.
Mereka berjuang untuk Indonesia yang diwakili lambang garuda, dengan sayap mereka diharapkan, mereka mampu mengepakkan sayap dan terbang setinggi mungkin demi nama bangsa.

Sejarah tak terlupakan Timnas Indonesia tahun 2008

Indonesia menjadi Tuan rumah piala AFF 2008 bersama dengan Thailand. PSSI menunjuk Benny Dolo sebagai juru taktik timnas senior dengan target juara AFF 2008. Dengan hasyarat ingin membayar keterpurukan Timnas Indonesia di tahun 2007, hasilnya malah mengecewakan dimana Timnas Indonesia kandas di empat besar, setelah di semi final kalah dari Thailand yang saat itu menggunakan sistem kandang dan tandang, Timnas Indonesia kalah dua kali dari Thailand yaitu di partai kandang di SUGBK tanggal 16 Desember ( Indonesia 0 -1 Thailand ) dan tanggal 20 Desember di Thailand ( Thailand 2 - 1 Indonesia ). Gagalnya Timnas Indonesia di AFF 2008, banyak yang menyebut adalah karena faktor fisik para pemain yang buruk.

AFF 2008, Vietnam tampil mengejutkan, dan mampu menjadi juara setelah berhasil mengandaskan perlawanan Thailand di partai final.

Skuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2008

Kiper: Markus Horison (Persik), Fery Rotinsulu (Sriwijaya FC)

Belakang: Muhamad Roby (Persik), Richardo Salampessy (Persipura), Charis Yulianto (Sriwijaya FC), Muhammad Ridwan (Pelita), Fandy Mochtar (Arema Malang), Isnan Ali (Sriwijaya FC), Maman Abdurahman (Persib)

Tengah: Syamsul Bachri (PSM Makassar), Eka Ramdani (Persib), Ian Louis Kabes (Persipura), Arif Suyono (Arema), Firman Utina (Pelita), Heru Nerli (Persipura), Hariono (Persib), Ponaryo Astaman (Persija), Elie Aiboy (Selangor FC)

Depan: Bambang Pamungkas (Persija), Aliyudin (Persija), Saktiawan Sinaga (Persik), Budi Sudarsono.

Pelatih : Benny Dolo

3. Jersey Timnas Indonesia Tahun 2010
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2010
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2010
Pada tahun 2010, Nike kembali mendesain jersey baru timnas Indonesia dengan logo Garuda Pancasila di bagian depan seragam timnas. Bahan dasar seragam tetap menggunakan botol plastik air minum mineral yang didaur ulang.

Seragan timnas tahun 2010 ini terdapat Aksen hijau di bagian lengan kiri dan kanan serta dibagian dalam guna untuk menonjolkan Indonesia berada di garis Khatulistiwa dengan ciri khas agraris.

Warna hijau sejatinya juga untuk mengingatkan warna jersey timnas Indonesia pada tahun 1950 - 1958. Pada masa itu, timnas Indonesia sering kali meraih kemenangan gemilang dan di takuti di Asia.

Untuk pertama kalinya jersey timnas memakai tanda air bergambar garuda besar di bagian depan. Gambar garuda besar terlihat cukup mencolok . Saya masih ingat dengan jersey ini, timnas Indonesia tampil apik di Piala AFF 2010, sebelum terjadi antiklimaks di final.

Desain jersey timnas tahun 2010 ingin menunjukkan bahwa pemain layak disanjung dan layak dihormati sebagai pembela bangsa. Lambangnya dibuat makin tebal dengan dilapisi lingkaran untuk semakin terlihat terang agar terkesan tajam dan juga berbeda.

Sejarah tak terlupakan Timnas Indonesia tahun 2010

Di tahun 2010 adalah awal mula PSSI melakukan naturalisasi untuk Timnas Indonesia dengan memasukan  nama - nama seperti Christian Gonzales, dan juga  Irfan Bachdim di Timnas AFF 2010.

Banyak yang memprediksi, termasuk Saya, bahwa Timnas Indonesia kali ini akan juara Piala AFF, karena Timnas Indonesia saat itu bermain sangat apik dan ciamik di babak penyisihan hingga semifinal Piala AFF 2010.

Naman yang sangat menyedihkan, di partai Final Piala AFF 2010, seakan menjadi anti klimak Timnas Indonesia, Indonesia yang lebih superior karena di babak penyisihan grup berhasil menghancurkan Malaysia 5-1 , pada final leg pertama,Timnas harus tertunduk dari Malaysia di Stadion Nasional Bukit Jalil.

Tiga hari setelahnya, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, sesuatu yang hilang dari timnas Indonesia selama bermain di Bukti Jalil, tak lagi terlihat. Timnas Indonesia tampil ganas dan mampu memang dengan skor 2 - 1, namun tak mampu mengejar agregat ketertinggalan karena di leg pertama Timnas kalah 0 - 3 dari Malaysia di Bukit Jalil.

Penyebab keterpurukan Timnas Indonesia saat itu, di nilai banyak pihak karena Saat itu, popularitas timnas juga dimanfaatkan untuk kegiatan politik.

Berikut daftar skuad timnas Piala AFF 2010 :

Kiper: Markus Horison, Ferry Rotinsulu, Kurnia Meiga, Made Wirawan

Bek:Zulkifli, Benny Wahyudi, Ricardo Salampessy, Nova Arianto, Maman Abdulrahman, Hamka Hamzah, Yesaya Desnam, M Roby, M Nasuha, Slamet Riyadi

Gelandang: M Ridwan, Arif Suyono, Toni Sucipto, Firman Utina, Eka Ramdani, Ahmad Bustomi, Hariono, Johan Juansyah, Oktovianus Maniani, Octavianus

Penyerang: Christian Gonzales, Irfan Bachdim, Boas Salossa, Bambang Pamungkas, Yongky Aribowo,

Pelatih : Alfred Riedl

4. Jersey Timnas Indonesia Tahun 2012
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2012
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2012
Tahun 2012, kembali Nike merilis jersey baru timnas dengan tetap mengandalkan bahan daur ulang botol plastik air minum mineral dengan bahan lebih ringan 20 persen dan 23 persen lebih kuat. Kali ini tanda air bergambar garuda besar di bagian depan di hilangkan

warna merah-putih masih mendominasi jersey tersebut, namun yang membedakan adalah di warna hijau yang kali ini menghiasi ujung lengan dan juga bagian bawah kaos dan ditambah estetika desain garis-garis gelap yang menghiasi seluruh kaos. Jika pada 2010 bagian leher modelnya v-neck, versi 2012 lebih cenderung bulat.

Sejarah tak terlupakan Timnas Indonesia tahun 2012

Tahun 2012 Timnas Indonesia berada di dalam masa-masa kelam Sepakbola sepanjang sejarah karena terjadi Dualisme kepengurusan PSSI yang berimbas besar kepada Timnasional Indonesia kala itu. Timnas Indonesiapun sempat mengalam dualisme juga karena ada Timnas PSSI Djohar Arifin  dan Timnas KPSI Pimpinan La Nyala Mataliti.

Piala AFF 2012, di MalaysiaTimnas Indonesia memperoleh hasil yang cukup buruk karena gagal lolos babak penyisihan grub. Saat itu Timnas Indonesia di wakili Timnas PSSI pimpinan Djohar Arifin dan Timnas Indonesia dibentuk tidak dari pemain-pemain terbaik yang ada di Indonesia, karena Pemain-pemain asal klub Indonesia Super League (ISL) melakukan aksi boikot sebab takut ancaman diputus kontrak oleh klubnya yang ikut PSSI versi La Nyala Mataliti.

KPSI yang merupakan PSSI versi KLB Ancol pimpinan La Nyalla Mattalitti, tidak bisa mengirimkan skuat ke Piala AFF 2012, karena AFF memutuskan tim versi Djohar Arifin yang sah saat itu.

Hanya Bambang Pamungkas (Persija Jakarta) dan Oktovianus Maniani (Persiram Raja Ampat) yang datang memenuhi panggilan.

PSSI saat itu juga mendatangkan pemain naturalisasi, seperti Raphael Maitimo, Tonnie Cussel, dan Jhon van Beukering, yang sayangnya performanya mereka ternyata di bawah ekspetasi.Timnas Indonesia saat itu mayoritas di isi dari klub-klub Indonesia Premier League (IPL). Timnas berangkat ke Malaysia bermaterikan pemain dari Liga IPL, dengan menunjuk pelatih Nilmaizar.

Walaupun Timnas Indonesia mampu memperlihatkan sebuah titik balik yang bagus dengan meraih kemenangan tipis 1- 0 atas Singapura, melalui gol cantik Andik Vermansah lewat tendangan bebas tajam dari jarak jauh.

Sebenarnya Timnas hanya butuhkan hasil seri di pertandingan terakhir melawan Malaysia untuk bisa lolos ke semifinal. Namun sayang Timnas kalah 0 -2 dari Malaysia di pertandingan ketiga babak penyisihan Grup B yang berlangsung di Stadion Bukit Jalil.

Hasil tersebut menjadikan untuk kali kedua Indonesia gagal melangkah ke semifinal sejak Piala AFF digelar dari tahun 1996. Sebelumnya, Indonesia pernah bernasib sama pada Piala AFF tahun 2007.

DaftarSkuat pemain Timnas di Piala AFF 2012:

Kiper: Endra Prasetya (Persebaya), Wahyu Tri Nugroho (Persiba Bantul)

Belakang: Nopendi (Persiba Bantul), Wahyu Wijiastanto (Persiba Bantul), Handi
Ramdan (Persija IPL), Fakhrudin (PSS Sleman), Valentino Telaubun
(Bontang FC), Novan Setia Sasongko (Semen Padang), Arthur Irawan
(Espanyol B)

Tengah: Elie Aiboy (Semen Padang), Taufik (Persebaya), Andik Vermansyah
(Persebaya), Vendri Mofu (Semen Padang), Cornelis Gedi (Persija IPL),
Rasyid (PSM Makassar), Irfan Bachdim (Persebaya), Oktavianus Maniani
(Persiram), Tonnie Cussel (GVVV Veenendaal)

Depan: M Rahmad (PSM), Syamsul Arief (Persibo), Bambang Pamungkas (Persija
ISL), Johny Van Beukering (Presikhaaf)

5. Jersey Timnas Indonesia Tahun 2014
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2014
Jersey Timnas Indonesia Tahun 2014
Desain jersey timnas Indonesia tahun 2014 berdesain minimalis dan kembali dengan model kerah V-neck, namun untuk jersey awaynya yang warna putih. Aksen hijau di lengan masih dipertahankan, dan ditambah pada bagian bahu, khusu untuk di jersey homenya warna merah.

Masih sama seperti desain jersey tahun 2010, lambang garuda juga dikelilingi dengan lingkaran untuk mempertegas dan juga mempertajam desain. Material utama seragam tersebut tetap menggunakan teknologi Dri-Fit. Teknologi itu digunakan untuk meningkatkan kinerja serta kemampuan bernafas dan aliran udara di sepanjang kulit para pemain.

Tahun 2014 jersey timnas terdapat Identitas khusus di bagian punggung belakang leher bertuliskan "Bhineka Tunggal Ika" .

Jika sebelumnya dirangkai seperti berbentuk lingkaran, kali ini tulisan "Bhineka Tunggal Ika" berada dalam cetakan berbentuk segitiga terbalik.

Warna hijau di bagian bawah seragam dihilangkan. Warna hijau ada di bagian pundak. . Desain warna hijau di lengan bawah kanan dan kiri dihiasi dengan setrip putih.

Sejarah tak terlupakan Timnas Indonesia tahun 2014

Piala AFF 2014 jadi kisah tidak menyenangkan lainnya bagi Indonesia.  Timnas Indonesia, di tahun ini Timnas gagal lolos ke semifinal, hingga mengukir sejarah buruk dimana Indonesia untuk ketiga kalinya gagal lolos ke semifinal di turnamenpiala AFF.

Timnas AFF 2014 adalah korban ke ambisiusan PSSI melalui BTN (Badan Tim Nasional) yang kala itu dipimpin La Nyalla Mattalitti, seusai selesai permasalahan dualisme di kubu PSSI.

Tahun 2014 Kembali Alfred menjadi pelatih Timnas setelah momen pertama di Piala AFF 2010 (membawa Indonesia jadi runner-up). Alfred Riedl tidak memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan timnas di Piala AFF 2014. Imbasnya, seluruh pemain baru bisa berkumpul satu pekan jelang keberangkatan ke Hanoi atau tiga hari sebelum kick-off penyisihan Grup A yang dihuni Indonesia bersama Filipina, Laos, dan tim tuan rumah Vietnam.

Minimnya waktu berlatih bersama dalam pemusatan latihan jadi salah satu faktor utama kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2014. Satu lagi adalah buruknya kondisi fisik dan stamina (kebugaran) pemain untuk bermain dalam turnamen dengan jadwal ketat seperti Piala AFF. Hal itu karena pemain sudah bertarung habis-habisan bersama klub masing-masing dan tidak memiliki waktu jeda ideal.

Piala AFF 2014 adalah debut perdana Evan Dimas di Timnas Senior dengan berstatus sebagai pemain termuda di tim saat itu, ( 19 tahun ), Meski jadi yang termuda, Evan tidak terlihat grogi bermain bersama para seniornya dan mengemban tugas tak ringan sebagai gelandang pengangkut air.

Pada pertandingan terakhir di penyisihan grup, Evan menyumbang satu gol untuk mengantar Timnas Indonesia memetik kemenangan 5-1. Namun, sumbangan satu gol itu tetap tak mampu membawa Indonesia melaju ke semifinal. Piala AFF 2014 akhirnya dimenangi Thailand yang mengalahkan Malaysia di partai final

Daftar Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2014

Kiper: Kurnia Meiga, I Made Wirawan, Dian Agus Prasetyo

Belakang: Zulkifli Syukur, Victor Igbonefo, Achmad Jufriyanto, M. Roby, Supardi Nasir, Fachrudin Wahyudi Aryanto

Tengah: Ramdani Lestaluhu, Evan Dimas, Raphael Maitimo, Rizky Pora, Imanuel Wanggai, Firman Utina, Zulham Zamrun, M. Ridwan, Hariono, Manahati Lestusen

Depan: Boaz Solossa, Cristian Gonzales, Samsul Arif, Sergio van Dijk

Pelatih : Alfred Riedl

Baca juga 
TAHUN 2015 FIFA RESMI BANNED SEPAKBOLA INDONESIA

Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2014 membuat Presiden Jokowi geram dan melalui Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi , Pemerintah membentuk tim investigasi hingga akhirnya aktivitas PSSI di ambil alih oleh pemerintah Indonesia. Karena hal tersebut Badan tertinggi sepak bola dunia, FIFA, secara resmi menjatuhkan sanksi kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)  dan imbasnya timnas Indonesia tidak bisa ikut dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2018 dan Piala Asia 2019 atau pertandingan - pertandingan lain dibawah FIFA. Namun FIFA mengizinkan tim nasional Indonesia U-23 tampil di SEA Games Singapura karena event dua tahunan tersebut sudah dimulai.

Klub Persipura Jayapura yang mewakili Indonesia juga dipastikan tidak bisa melanjutkan penampilan mereka di ajang AFC Cup 2015. Namun meskipun demikian, tim "Mutiara Hitam" tetap bangga karena tersingkir tanpa pernah mengalami kekalahan. Demikian semoga bermanfaat. #rindujuara #siapakita #cayoindonesia

Terimakasih telah membaca artikel √ Sejarah Desain Jersey Timnas Indonesia sejak 2007 - 2018. Silahkan boleh di Share | Cayo Indonesia.
Smile Reaction

1. Silahkan berkomentar sesuai topik artikel
2. Komentar SPAM dan link url ( mati / hidup ) tidak akan dipublish
3. Cara menambah komentar dengan emoticon tinggal copy kode yang
ada di bawah emoticonya. Terimakasih atas kunjunganya.

EmoticonEmoticon