8 Kebudayaan jawa timur ini adalah warisan budaya Nasional

8 Kebudayaan jawa timur  ini adalah warisan budaya Nasional. Jawa Timur berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Selat Bali di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Provinsi Jawa Tengah di barat. Jawa Timur (disingkat Jatim) adalah sebuah provinsi di bagian timur Pulau Jawa, Indonesia.yang  Ibu kotanya ada di Surabaya.

Luas wilayah jawa timur 47.922 km², dan jumlah penduduk jawa timur adalah 42.030.633 jiwa (sensus pada 2017). Jawa Timur memiliki wilayah terluas di antara 6 provinsi yang ada di Pulau Jawa.

Semboyan provinsi jawa timur adalah Jer Basuki Mawa Béya. Artinya untuk mendapatkan apa yang dicita-citakan, manusia senantiasa memerlukan biaya (ongkos) maupun pengorbanan yang sebanding. Biaya atau pengorbanan di sini tidak hanya berupa harta benda, tetapi juga “ongkos perbuatan” dan “ongkos batin”.  Seperti kerja keras, sikap jujur, sabar, dan sebagainya. Artinya, tak ada cita-cita yang dapat dicapai hanya dengan berpangku tangan.

Kebudayaan Jawa Timur

Pertengahan Oktober 2018 yang lalu Delapan jenis kesenian dan tradisi budaya Jawa Timur ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penetapan ini dilakukan di Jakarta, bersamaan dengan penetapan 96 kesenian dan tradisi budaya sebagai warisan budaya takbenda Indonesia.

Baca juga : 5 Makanan Nasional yang telah ditetapkan Kementrian Pariwisata

Delapan kesenian asal Jawa Timur yang masuk sebagai benda warisan budaya takbenda nasional berupa Wayang Topeng (Malang), Syiir Madura  tari Seblang dan Ritual Tumpeng Sewu (Banyuwangi), Ludruk dan Jaran Bodhag (Probolinggo), Topeng Dongkrek (Madiun) dan Upacara Kasada (Tengger).

8 Kebudayaan Jawa Timur

1. Tari Topeng Malang Jawa Timur
tari topeng malang jawa timur-min
tari topeng malang
Tari topeng malang adalah seni tradisi yang menggunakan topeng. Tari ini digunakan dalam karya seni wayang topeng malangan. Biasanya wayang topeng malangan membawakan lakon-lakon Panji  yang ceritanya antara lain, Sayembara Sedolanang, Umbul-umbul Majapura, Baderbang Sisik Kencana, Panji Laras, Walangwati-walang Semirang, Patah Kundonowa Rongso, Adege Kediri, Jenggala Mbangun Candi, dan masih banyak lagi

Seni topeng malangan mempunyai banyak karakter keseluruhan kurang lebih terdiri dari 76 karakter. Akan tetapi yang dikenal orang hanyalah sebagian karakternya saja yang merupakan karakter dari tokoh utama Topeng Malang seperti R. Panji Asmoro Bangun, Dewi Sekar Taji, R. Gunung Sari, Dewi Ragil Kuning, Bapang, Klono Sewandono dan lainya.

2. Syiir Madura Jawa Timur

Kesenian syiir  merupakan karya dari santri pondok pesantren dan biasanya berbahasa madura. Syiir sering diputar di kampung-kampung lewat pengeras suara. Syiir berisi bentuk peringatan kepada warga muslim.

Pada era tahun 90-an, anak-anak dan juga orang tua banyak yang hafal dan menirukan nada - nada Syi'ir. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, syiir perlahan seakan mulai menghilang. Semoga dengan ditetapkanya Syiir sebagai benda warisan budaya takbenda nasional ini, bisa menjaga kelestarian aset warisan budaya Jawa timur dan Indonesia ini.

3. Tari Seblang Banyuwangi Jawa Timur
Tari Seblang Banyuwangi
Tari Seblang Banyuwangi
Tari Seblang atau ritual Seblang adalah merupakan salah satu ritual upacara dari masyarakat Osing. Tari seblang hanya dapat dijumpai di dua desa yang berada dalam lingkungan kecamatan Glagah, Banyuwangi, yaitu desa Bakungan dan desa Olehsari.

Tarian Seblang masih rutin dilakukan yaitu setahun sekali pada penanggalan Islam yaitu di bulan Dzulhijjah. Tujuan dari digelarnya tari seblang adalah untuk bersih desa dengan tujuan agar supaya desanya bisa terhindar dari marabahaya.

Tari seblang biasanya digelar pada malam hari. Busana untuk penari Seblang yang ada di Olehsari dan Bakungan memiliki sedikit perbedaan, yaitu khususnya pada bagian omprok atau mahkota,baju,dan juga selendang.

Musik pengiring tari Seblang biasanya terdiri dari satu buah kendang, satu buah kempul atau gong dan dua buah saron. Sedangkan untuk tari seblang di Olehsari ditambah dengan biola sebagai penambah efek musikalnya.

Sementara lagu - lagu yang dibawakan untuk mengiringi tari seblang biasanya adalah lagu-lagu klasik bahasa daerah using yaitu seperti Seblang-seblang, Podo nonton, Dodol kembang, Nglamat nglimir, Ugo-ugo, Nyurung dayung, Mancing-mancing, Nandur Kiling, Celeng Mogok, Donsro, dan Perang-perang.

4. Ritual Tumpeng Sewu Banyuwangi Jawa Timur
Ritual Tumpeng Sewu Banyuwangi
Ritual Tumpeng Sewu Banyuwangi
Tradisi Tumpeng sewu masih rutin digelar setiap tahunya yaitu tiap tanggal 1 Dzulhizah. Tumpeng sewu merupakan tradisi aseli turun temurun suku Using Kemiren sebagai wujud dari rasa syukur mereka kepada Yang Maha Kuasa, karena sudah diberi kemakmuran. Tumpeng Sewu artinya yaitu bersih desa, yaitu membersihkan desa dari segala gangguan dan juga mara bahaya.

Tradisi Tumpeng Sewu berlangsung di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi yang diikuti oleh puluhan ribu orang. Tradisi tumpeng seu adalah merupakan simbol dari hidup rukun, guyub dan saling bergotong royong antar Masyarakatnya.

Saat tradisi tumpeng sewu digelar, sepanjang pinggir jalan higga gang – gang di desa dipenuhi oleh kerumunan warga. Mereka umumnya mengitari tumpengnya masing-masing dimana satu tumpeng rata-rata bisa dinikmati untuk  5 - 10 orang.

Dalam tradisi tumpeng sewu tidak mengenal istilah status social, karena mulai dari pejabat, akademisi, tokoh masyarakat hingga warga biasa, bahkan wisatawan, mereka duduk bersama secara lesehan beralas tikar di pinggir jalan guna untuk menikmati tumpeng dengan menu yang sama.
Bentuk tumpeng yang dibuat mengerucut tersebut adalah symbol dari derajat masyarakat Desa Kemiren, bahwa derajat pangkat kedudukan bisa ditinggikan menjulang tinggi seperti gunung. Sementara lauknya yaitu pecel pitik, yang dalam Bahasa Using artinya adalah "Ketitik barang kang apik" yang mengandung arti supaya harapan masyarakat mendapatkan yang terbaik.

Tradisi Tumpeng Sewu di Desa Kemiren ini berlangsung pada malam hari sekitar Pukul 18.00 WIB atau sehabis sholat magrib hingga selesai. Setelah berdoa bersama - sama, semua masyarakat dari berbagai kalangan akan menikmati tumpeng dengan penerangan berupa obor yang ditancapkan di sepanjang jalan.

Api yang digunakan untuk menyalakan obor tersebut adalah blue fire yang diambil dari Kawah Ijen yang merupakan bara api keabadian, yang diambil oleh orang tertentu dengan secara profesional.

Sumber api blue fire dari Kawah Ijen tersebut sebagai simbol dari silaturahmi antar warga di Desa Kemiren yang melambangkan bahwa silahturahmi jangan sampai terputus atau mati, serta sebagai doa agar semangat membangun desa juga tidak akan pernah padam.
kasur Abang Cemeng khas suku using banyuwangi
kasur Abang Cemeng
Sementara pada siang harinya, masyarakat Using akan beramai-ramai menjemur kasur Abang Cemeng yang merupakan kasur khas dari Suku Using di Kabupaten Banyuwangi.

5. Kesenian Ludruk Jawa Timur
Kesenian Ludruk jawa timur
Kesenian Ludruk jawa timur
Ludruk adalah merupakan kesenian drama tradisional yang berasal dari daerah Jawa Timur. Kesenian Ludruk adalah drama tradisional yang di pertontonkan atau diperagakan oleh sebuah grup kesenian dalam sebuah panggung. Ludruk umumnya mengambil cerita tentang kehidupan rakyat sehari-hari dari rakyat kecil dan bercerita tentang perjuangan, dan sebagainya. Ludruk selain menampilkan cerita juga identic dengan selingan lawakan.

Ludruk menggunakan bahasa dialek khas Surabaya atau malang, namum kadang-kadang ada bahasa lain yang berasal dari bintang tamu dari daerah lain. Dalam pergelaran ludruk biasanya diiringi dengan alunan music dari seperangkat gamelan jawa. Ludruk sifatnya adalah menghibur dan membuat penontonnya tertawa terpingkal - pingkal.

Sebuah pementasan ludruk biasa dimulai dengan Tari Remo dan diselingi dengan pementasan seorang tokoh yang memerankan "Pak Sakera", yaitu seorang jagoan.

6. Jaran Bodhag Probolinggo Jawa Timur
Jaran Bodhag Probolinggo
Jaran Bodhag Probolinggo
Jaran Bodhag adalah merupakan kesenian tradisional yang berasal dari daerah Probolinggo Jawa Timur. Jaran Bodhag dikalangan masyarakat Probolinggo biasa digunakan untuk mengiringi atau sebagai arak - arakan di jalan atau didepan rumah pada acara hajatan, pernikahan, khitanan, dan sebagainya.

Baca juga : Tarian Jaranan Turonggo Yakso asal Trenggalek yang disukai bule Australia

Jaran Bodhag dalam Bahasa Jawa dimaknai sebagai Jaran yang berarti Kuda
dan Bodhag artinya adalah Wadah. Jadi jaran Bodhag artinya adalah kuda tiruan yang terbuat dari kayu mulai dari kepala hingga leher kuda. Kemudian leher kuda kayu itu disambungkan dengan peralatan lengkap dengan aksesorisnya.

Jaran bodhag diiringi oleh alunan musik tradisional yaitu Gamelan yang terdiri dari
kenong, Gong, Kendang dan juga Sronen. Kesenian Jaran Bodhag dibawakan oleh dua orang penari (janis dan penunggang jaran ) dengan pakaian penuh gemerlapan, unik, dan sangat menarik perhatian. Didalam penyajian jaran bodhag juga ditampilkan tembang-tembang tradisi khas Jaran Bodhag.

7. Topeng Dongkrek Madiun Jawa Timur
Topeng Dongkrek Madiun jawa timur
Topeng Dongkrek Madiun jawa timur
Dongkrek adalah kesenian daerah asli dari Desa Mejayan, Kecamatan Mejayan, Kawedanan Caruban, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Indonesia. Kesenian ini berupa tarian dan iringan musik yang mengkisahkan upaya Raden Ngabei Lo Prawirodipuro dalam mengatasi pageblug mayangkoro, dimana saat itu masyarakat Mejayan terkena wabah penyakit dikisahkan pagi harinya sakit sore harinya meninggal, begitu pun saat sore sakit maka paginya meninggal. Kronologis upaya Raden Ngabei Lo Prawirodipuro dalam mengusir pageblug mayangkoro inilah yang menjadi inti cerita dari kesenian dongkrek ini.

8. Upacara Kasada Tengger Jawa Timur
Upacara Kasada Tengger
Upacara Kasada Tengger
Upacara Kasada adalah upacara agama Hindu yang dilakukan oleh  Masyarakat suku Tengger. Upacara Kasada atau Hari Raya Yadya Kasada adalah merupakan bentuk upacara pengorbanan Suku tengger . Dalam upacara ini, masyarakat Suku Tengger melakukan pengorbanan dengan membuang pengorbanannya ke kawah GunungTengger. Pengorbanan tersebut bisa berupa makanan, uang, dan juga pakaian.

Baca juga : tempat terbaik melihat Sunrise di gunung bromo

Upacara kasada sebuah upacara sesembahan berupa persembahan sesajen kepada Sang Hyang Widhi yang juga merupakan salah satu ritual meminta pengampunan dari Brahma. Upacara ini masih rutin dilakukan setiap bulan kasada hari-14.

Upacara Kasada ini ada hubunganya dengan cerita  rakyat Roro Anteng dan Joko Seger yang keduanya sangat ingin memiliki keturunan, hingga akhirnya mereka memohon kepada Dewata agar  supaya bisa memiliki dua puluh lima orang anak. Hingga pada akhirnya permohonan merekapun dikabulkan, akan tetapi dengan syarat bahwa anak mereka yang ke-25 tersebut harus dipersembahkan kepada Dewa Bromo.

Hingga saat beranjak dewasa, anak dari Roro Anteng dan Joko Seger  yang bernama Kusuma menceburkan diri ke kawah Gunung Bromo yang sebelumnya telah meminta saudara-saudaranya agar pada bulan kesepuluh tepat pada bulan purnama, mereka harus memberikan kurban ke kawah Gunung Bromo. Selanjutnya  upacara pengorbanan ini menjadi awal mula dari dilaksanakannya upacara Kasada.

Dalam upacara kasada setidaknya ada tiga tempat penting didalam prosesi perayaanya  yaitu rumah dukun adat, pura Poten luhur dan kawah Gunung Bromo. Upacara Kasada dilaksanakan mulai dari tengah malam hingga dini hari.

Sekarang yang mengikuti upacara Kasada tidak hanya Masyarakat suku tengger yang beragama Hindu saja. Warga tengger yang beragama Islam ataupun Kristen yang sudah keluar dari daerahpun ikut datang dan mereka berkumpul kembali. Demikian tentang 8 Kebudayaan jawa timur yang merupakan warisan Budaya Takbenda Nasional. Semoga bermanfaat.

Artikel terkait